Bela Negara dan Revolusi Mental, Lembaga Kajian Nawacita Kunjungi Pusdiklat Bela Negara

0
243
views
Foto bersama Lembaga Kajian Nawacita dan Pusdiklat Bela Negara Rumpin-Bogor.

Daulatdesa.com, Bogor – Dalam rangka acara Anjangsana rombongan Lembaga Kajian Nawa Cita (LKN) berkunjung ke Pusdiklat Bela Negara Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, Rumpin Bogor pada Selasa, 23 Juli 2019.

Bertempat di Graha NKRI, diadakanlah diskusi Panel bertemakan “Bela Negara dan Revolusi Mental” yang diikuti oleh seratusan peserta dari LKN Jakarta dan jajaran pengurus Pusdiklat Bela Negara Rumpin, Bogor.

Dalam sambutannya Kepala Pusdiklat Bela Negara Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, Rumpin-Bogor Brigjend. TNI Kartiko menyatakan ucapan terima kasihnya serta menyambut baik kunjungan Lembaga Kajian Nawacita tersebut. Ia menceritakan secara singkat tentang sejarah tempat tersebut, serta mengharapkan agar diskusi panel itu akan menghasilkan pemikiran-pemikiran ataupun gagasan dan terobosan yang lebih baik bagi penyempurnaan program Bela Negara yang terkait Nawa Cita dan Revolusi Mental bangsa Indonesia.

“Dengan adanya Pusdiklat ini kita harap pembinaan kesadaran bela negara dapat dikembangkan lebih terpadu, sinergis, dan komperhensif seturut program Nawa Cita menuju Indonesia Hebat, yang menjadi bagian dari Revolusi Mental. Saya menyambut baik acara kita hari ini, dan berharap semoga melalui diskusi panel ini akan memberikan masukan, gagasan dan pemikiran yang akan menyempurnakan program Bela Negara dan Revolusi Mental Bangsa kita,” sambut Kapusdiklat Bela Negara Kemhan Brigjend. TNI Kartiko.

Menyanyikan lagu Indonesia Raya sebelum diskusi panel Bela Negara dan Revolusi Mental dimulai.

Ketua LKN (Lembaga Kajian Nawacita) Bapak Samsul Hadi dalam sambutannya menyatakan bahwa kunjungan LKN dan Diskusi Panel yang diadakan di Pusdiklat Bela Negara itu adalah sebagai wujud nyata awal kerja sama antara Kemenhan dan Lembaga Kajian Nawacita. Adapun tujuan dari acara diskusi panel ini adalah untuk meneguhkan SDM yang berkepribadian Pancasila serta meningkatkan pengetahuan tentang Bela Negara dan Revolusi Mental Bangsa.

“Dengan diskusi ini kita berharap ke depannya akan lebih memahami pentingnya Diklat Bela Negara di tengah derasnya persaingan antar negara saat ini, sehingga kita tidak lengah, tetap waspada dan selalu setia menjaga NKRI secara bersama-sama,” terangnya.

Adapun pemateri dalam diskusi tersebut adalah Kabag Ops Kol Inf Ari Yulianto, penulis buku Indonesia Optimis, Ngasiman  dan Ketua Komite Indenpenden Revolusi Mental LKN, Bapak Suwarno. 

Kol. Inf. Ari Yulianto memaparkan bahwa Indonesia Emas 2045 adalah sebuah keniscayaan yang harus dikawal dengan cermat di era global saat ini.

“Berangkat dari milestone 100 tahun kemerdekaan Indonesia, maka pada tahun 2045 nanti kita berharap Indonesia Emas akan jadi nyata, yaitu Indonesia yang makmur, sejahtera, madani, modern, bermartabat dan beradab. Namun kita menyadari bahwa di era persaingan global saat ini, perlu dengan cermat untuk menciptakan kader-kader generasi penerus bangsa yang rela berkorban, cinta tanah air, ulet, dan pekerja keras. Sehingga akan mampu menangkal ancaman pelemahan dan bahkan perpecahan bangsa,” ujar Kol. Inf. Ari Yulianto.

Senada dengan itu, Penulis buku Indonesia Optimis, Ngasiman Djoyonegoro mengungkapkan bahwa sebagai negara yang besar, kaya dan berjumlah penduduk besar, potensi Indonesia menjadi negara maju sangatlah mungkin.

“Indonesia adalah bangsa dan Negara yang besar, kaya akan sumber daya alam, bahkan memiliki jumlah penduduk yang besar. Kita juga punya banyak prestasi baik di bidang ilmu pengetahuan, teknologi serta olah raga. Maka dengan segala potensi tersebut hendaknya segenap lapisan masyarakat berpikiran optimis, bahwa kita mampu dan sangat mungkin menjadi salah satu negara maju di 2045 nanti,” terang Ngasiman yang juga Direktur Eksekutif Center of Inteligenceand strategic Studies (CISS) itu.

Sedangkan Ketua Komite Indenpenden Revolusi Mental LKN, Bapak Suwarno menyatakan bahwa Revolusi Mental menjadi keharusan bagi segenap insan untuk membenahi diri masing-masing, agar menjadi lebih baik setiap saat dalam bidang masing-masing dengan terus mengevaluasi diri.

Untuk diketahui, Pusdiklat Bela Negara di Rumpin-Bogor ini dibangun sejak tahun 2014, di atas lahan seluas 23,7 ha dengan berbagai faslitas seperti kantor, mess dengan kapasitas 264 siswa putra dan 96 siswa putri, lapangan, aula, montenering, poliklinik, masjid, rumah dinas, rumah makan dan dapur.

Sebelum diresmikan, mulai tahun 2015 hingga 2017 Pusdiklat Bela Negara ini telah dimanfaatkan oleh Kemenhan untuk menyelenggarakan sejumlah kegiatan Diklat Pembentukan Kader Bela Negara bagi aparatur dilingkungan kementrian dan lembaga, mahasiswa dan organisasi masyarakat.

Acara ini diselenggarakan dalam rangka kerja sama antara Kemenhan dan Lembaga Kajian Nawacita. Adapun tujuan dari acara diskusi panel ini adalah untuk meneguhkan SDM yang berkepribadian Pancasila serta meningkatkan pengetahuan tentang Bela Negara dan Revolusi Mental Bangsa.

Usai diskusi dan tanya jawab acara kemudian dilanjutkan dengan foto bersama dan berkeliling melihat fasilitas Pusdiklat Bela Negara. (DDC/Igan)

Tinggalkan Balasan