Buya Syafi’i Usulkan Zaken Kabinet Kepada Presiden Joko Widodo

0
220
views
Buya Syafi'i dan Presiden Jokowi.

DDC, Jakarta – Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis, 9 Mei 2019. Dalam pertemuan itu BPIP memberikan saran kepada Jokowi agar menerapkan zaken kabinet.

“Kami juga minta kalau nanti Pak Jokowi jadi presiden lagi, agar dibentuk suatu zaken kabinet. Kabinet yang terdiri dari para ahli,” kata Ahmad Syafii Maarif atau Buya Syafii, usai pertemuan.

 
Saat ini, Jokowi yang kembali mencalonkan diri sebagai Presiden kemungkinan besar akan menjabat kembali sebagai Presiden, jika merujuk pada hasil hitung sementara Komisi Pemilihan Umum. Hasil akhir akan diumumkan 22 Mei mendatang. Sedangkan Kabinet kerja Jokowi, baru akan selesai Oktober 2019.
 
Buya Syafii mengatakan zaken kabinet yang ia maksud tak berarti melarang sosok dari partai politik untuk masuk kabinet. Namun ia menyarankan partai memberi sejumlah nama yang jadi nominasi menteri dan menyerahkan keputusannya kepada presiden.
Jajaran Dewan Pembina BPIP di Istana Negara.
 

“Jadi presiden lebih berdaulat. Kalau tidak, seperti kabinet yang lalu ini, yang menurut saya banyak bolongnya,” kata Buya Syafii.

 
Dalam penyusunan kabinet 2014 lalu, ada 34 kursi menteri yang diisi oleh kader partai politik dan profesional. Saat ini, Jokowi menempatkan 20 kursi menteri yang diduduki oleh tokoh non partai.
 
Sedangkan 14 kursi sisanya dibagi untuk lima partai politik, yakni Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai Golkar, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Kebangkitan Bangsa, dan Partai NasDem.
Buya Syafii Maarif juga berharap bahwa para menteri terpilih nantinya harus memahami Pancasila, berjiwa patriot dan wajib membantu presiden menjaga kedaulatan dan keutuhan bangsa.
 

“Kami berharap, para menteri harus paham pancasila dan berjiwa patriot. Jadi menjaga kedaulatan bangsa kita,” terangnya.

 
Kabinet Jokowi selama ini juga diketahui paling banyak komposisi menteri perempuannya.
Dalam pertemuan tersebut, hadir juga Ketua Dewan Pengarah BPIP, Megawati Soekarnoputri, didampingi anggota Dewan Pengarah BPIP lain, seperti Mahfud MD, Sudhamek Agoeng, Said Aqil Siradj, Tri Sutrisno, serta Ahmad Syafii Maarif. Tampak juga agamawan Katolik, Romo Benny Susetyo. (Igan)

Tinggalkan Balasan