PAKAR HUKUM UNPAD SEBUT PRABOWO MELANGGAR UUD 1945

0
351
views
Prof. DR. Romli Atmasasmita SH

DDC, Jakarta – Dosen Fakultas Hukum Unpad (Universitas Padjajaran) yang kini berusia 75 tahun, Prof. DR. Romli Atmasasmita SH merasa prihatin jika ahli-ahli hukum tidak berani memberikan advis sesuai keahliannya, hanya karena lebih mementingkan kemenangan daripada tegaknya hukum. Hal itu dinyatakannya dalam video Youtubenya di link https://www.youtube.com/watch?v=CWWJWJ-qdLQ&feature=youtu.be

“Saya dosen FH Unpad (Universitas Padjajaran) sejak 1973 sekarang usia 75 tahun sangat prihatin jika ahli-ahli hukum tidak memberikan atau tidak berani memberikan advis sesuai keahliannya hanya karena lebih mementingkan kemenangan daripada tegaknya hukum”.

“Pernyataan paslon 02 bahwa yang bersangkutan menang dan mendeklarasikan diri sebagai presiden dan wakil presiden RI yang sah, sebelum dinyatakan hasil pemilu tanggal 22 Mei yang akan datang telah melanggar konstitusi UUD 1945 pasal 22 E ayat (5), pasal 280 ayat (2) UU Pemilu dan pasal 107 KUHP“.

Pasal 22 E ayat (5) berbunyi:
Pemilihan umum diselenggarakan oleh suatu komisi pemilihan umum yang bersifat nasional, tetap, dan mandiri.

Pasal 280 ayat (2) UU Pemilu berbunyi:
Pelaksana, peserta, dan tim kampanye dilarang melakukan kegiatan yang membahayakan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia; menghina seseorang, agama, suku, ras, golongan, calon, dan atau Peserta Pemilu yang lain.

Adapun pasal 107 berbunyi sebagai berikut :
(1) Makar dengan maksud untuk menggulingkan pemerintah, diancam dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun.
(2) Para pemimpin dan pengatur makar tersebut dalam ayat 1, diancam dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara sementara paling lama dua puluh tahun.

Romli juga menyarankan pihak kubu 02 untuk bersabar dan menunggu pengumuman dan penetapan resmi dari KPU yang dijadwalkan pada 22 Mei 2019. Sembari menunggu pengumuman dan penetapannya, Romli menyarankan agar mengumpulkan semua bukti pelanggaran yang terjadi.

“Jika ada kecurangan bawa saja bukti-bukti tersebut ke Polri atau ke Bawaslu dan minta segera diproses,” kata Romli sembari berharap agar tidak mengerahkan massa (people power) yang berpotensi menimbulkan keonaran dan mengganggu stabilitas.

Sudah 4 kali Prabowo mendeklarasikan kemenangan. Tiga kali di kediamannya, Jalan Kertanegara, Jakarta. Terakhir di Padepokan Pencak Silat, TMII, Jakarta, Rabu (24/4/19) lalu. Setiap deklarasi, Prabowo menyatakan menang 62 persen berdasar hasil hitung yang dilakukan tim internalnya.

Manuver Capres 02 ini pun jadi sorotan banyak pihak. Sebab sejumlah lembaga survei kredibel yang melansir hitung cepat dengan jelas menyebutkan bahwa pemenangnya adalah Paslon nomor urut 01, Jokowi-Amin. KPU juga, masih melakukan perhitungan suara sampai sekarang.

Sumber Youtube Prof. DR. Romli Atmasasmita SH.

Tinggalkan Balasan