Ekspose Data Quick Count 2019 Asosiasi Perhimpunan Lembaga Survei (PERSEPI) Tak Dihadiri BPN

0
300
views
Persepi gelar ekspose data quick count Pemilu 2019

DDC, Jakarta – Sampai hari ini, ada 3 respon yang diterima rekan-rekan lembaga survei sebagai dampak dari quick count pada pemilu 17 April kemarin:
(1.) Fitnah atau lebih tepatnya kami dikatakan berbohong.
(2.) Dilaporkan ke polisi.
(3.) Disuruh pindah ke antartika untuk bohongi pinguin,

Sebabnya karena seluruh lembaga survei mengungkapkan data yang hasil akhirnya hampir sama (perbedaan di bawah 1 persen sebagai margin of error) dengan menetapkan capres-cawapres 01 sebagai presiden dan wakil presiden versi quick count.

Tindak lanjut dari itu, Asosiasi Perhimpunan Lembaga Survei, PERSEPI kemudian berinisiatif mengundang BPN untuk terlibat dalam ekspose data atas inisiatif Komisi Etik Asosiasi, yakni Professor Hamdi Muluk (Guru Besar Psikologi Politik UI) dan Prof. Asep Saefuddin (Guru Besar Statistik IPB) di hadapan ratusan awak media.

Masing-masing anggota asosiasi pada saat acara diberi tempat khusus (booth/stand), sehingga pasca press conference awak media bisa langsung mengkonfrontasi hal-hal yang lebih spesifik di luar penyampaian awal berupa metodologi, teknis di lapangan (pengorganisasian ribuan SDM quick count), kendala yang dihadapi, dll.

Sayangnya BPN tidak hadir dalam kesempatan ini karena forum ini dianggap sebatas formalitas (sudah tidak relevan karena masyarakat awam banyak tidak tahu) atau tidak akan menjawab dana dari kegiatan lembaga survei melakulan quick count.

Di titik inilah, inkonsistensi kembali terjadi. Dari soal menggugat data, sekarang lari ke relevan atau tidak atau soal dana. Padahal forum kemarin menjadi sarana ideal untuk masing-masing pihak menunjukan metodologi atau bahkan dana yang dimaksud dari pelaksanaan quick count bagi lembaga survei dan real count yang dilakukan oleh BPN.

Karena, pertanyaan mendasarnya, untuk real count yang dimaksud BPN, apakah benar-benar penghitungan dilakukan secara keseluruhan 809.000 ribuan TPS? karena yang terjadi dan menjadi dasar klaim 62% kemenangan BPN hanya 300 ribuan TPS, artinya ini bukan real count. Pun bila bukan, apakah 300 ribuan TPS tersebut sudah benar-benar merepresentasikan sekaligus memiliki proporsi populasi yang telah teracak secara metodologis?

Lebih jauh, kenapa pada pilkada 2017 ketika Mas Anies dan Mas Sandi dimenangkan oleh Quick Count oleh seluruh lembaga survei yang hari ini melakukan Quick Count Pileg dan Pilpres 2019 masalah ini tidak terjadi?

Akhirnya, pertanyaan-pertanyaan itu tidak bisa dijawab sampai sekarang karena kami sebagai lembaga survei, para pakar, dan media, belum memperoleh kejelasan kerja yang dilakukan BPN.

Untuk menjawab soal dana sebenarnya, dalam PKPU No. 10 tahun 2018 sudah jelas dicantumkan bahwa lembaga survei memberikan laporan tersebut dan laporan lainnya terkait sampling, metodologis, relawan, dll kepada KPU. Kenapa? Karena lembaga survei adalah lembaga privat (swasta) bukan lembaga publik yang lazim dibiayai oleh APBD/APBN. Kehadiran lembaga survei melakukan quick count mestinya dilihat sebagai partisipasi atau inisiatif salah satu elemen masyarakat untuk mengawal pemilu dan berkolaborasi membantu KPU agar pemilu kita semakin lebih baik.

Apa jadinya bila quick count tidak ada dan publik menunggu hampir 1 bulan lebih hasil pemilu di tengah derasnya informasi tidak bertanggungjawab (hoax) bertebaran? Saya sendiri sulit membayangkan dampaknya bagi stabilitas nasional.

Di saat yang sama, ketika ekpose data dilakukan dihadapan pakar dan media (tanpa BPN), sesungguhnya adalah itikad baik untuk memulai tradisi membentuk masyarakat yang berpengetahuan.

Dan lucunya, niat baik ini pun tetap dianggap tidak ada atau sama saja bukan hal yang penting bagi mereka yang sejak awal lebih nyaman menghakimi ketimbang berpikir.

Ya, kecuali mereka yang membaca postingan ini. Atau mereka yang terus bergerak untuk bersuara dan mengawal kertas suara demi proses pemilu yang jurdil dan lebih baik.

Terima kasih. Salam hangat

cc : Agung Baskoro II Agung Baskoro III

 

Tinggalkan Balasan