Mengenal Lebih Dekat Ir. Mika Panjaitan Tokoh Pendidikan Nasional, Caleg PDI-P DPRD DKI Dapil VII Jakarta Selatan

0
281
views
Ir. Mika Panjaitan dan Jokowi

DDC, Jakarta – Ir. Mika Panjaitan adalah pendiri dan Direktur Utama Quantum Institute (QUIN), QUIN Education – Sekolah Cloud, dan Cerdas Merah Putih (CMP). Ketiga lembaga ini memfokuskan kegiatannya pada pendidikan non-formal, yaitu bimbingan belajar, pelatihan guru, serta kampanye pendidikan bermutu dan berkarakter.

Kepedulian Mika pada dunia pendidikan telah tertanam sejak mahasiswa sampai sekarang. Terbukti dengan hadirnya beberapa bimbingan belajar (Bimbel) yang didirikannya, dan sudah tersebar di banyak wilayah di Indonesia selama belasan tahun ini.

Mika Panjaitan dikenal sebagai seorang intelektual, pakar dan pemerhati pendidikan. Keahlian itu lahir dari proses pengabdian panjangnya sebagai guru di sekolah formal, dan di berbagai lembaga pendidikan non-formal (Bimbel).

Dengan pengalamannya selama lebih dari 25 tahun itulah, ia memahami betul permasalahan pendidikan di kalangan anak-anak kita. Ia pun semakin komit memperjuangkan nasib pendidikan anak bangsa, khususnya pendidikan anak dari keluarga kurang mampu.

Ir. Mika Panjaitan dan Tandemnya untuk DPR RI Dr. Zuhairi Misrawi (Gus Mis)

Pria kelahiran Pematang Siantar, Sumatera Utara, 2 Januari 1967 ini telah menghabiskan lebih dari separuh usianya di bidang bimbingan belajar. Ia aktif mengajar di bimbingan belajar sejak masih duduk di semester pertama, Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara (USU).

Tamat kuliah, ia hijrah ke Jakarta dan tetap menekuni dunia bimbel. Mulai dari pengajar biasa, menjadi manajer di salah satu bimbel ternama di Jakarta, sebagai Ketua Ikatan Pengajar Bimbingan Belajar Indonesia, hingga kemudian mendirikan Quantum Institute (QUIN) pada tahun 2000. Saat ini, QUIN dikenal sebagai salah satu bimbel terkemuka di Indonesia.

Berdirinya QUIN menjadi pusat perhatian karena menerapkan metode “Keterampilan Super dalam Belajar”

Metode ini menempatkan siswa sebagai pembelajar aktif, mandiri, antusias, dan mementingkan aktivitas. Siswa diajarkan konsep “belajar cara belajar”. Dalam proses itu, pembelajaran teknik yang dipakai adalah Mind Mapping (peta pikiran), dan ditopang orkestrasi lingkungan, sehingga proses belajar-mengajar berlangsung dalam suasana yang penuh gairah, dan menyenangkan.

Terbukti efektif, metode yang diterapkan QUIN kemudian diikuti oleh banyak bimbel yang sudah ada sebelumnya, maupun yang muncul di kemudian hari.

Bersama anak-anak didiknya di Cerdas Merah Putih, sebuah lembaga nirlaba untuk mendidik anak-anak dari keluarga kurang mampu secara gratis.

Menurut Mika, permasalahan belajar siswa adalah motivasi belajar yang kurang, serta minimnya informasi mengenai teknik-teknik belajar yang baik dan efektif. Pemberian motivasi dan penanaman kepercayaan diri pada setiap anak akan mendorong mereka untuk lebih giat belajar dan berusaha. Mika percaya bahwa setiap anak bisa meraih impiannya.

​Metode tersebut, yang kemudian dikenal dengan QUIN Method, tidak terlepas dari arus gerakan paralel pada akhir abad ke-20 dalam revolusi belajar oleh Bobby De Porter, sang pionir Quantum Learning dan Quantum Teaching. Model ini kemudian dikembangkan lagi dengan mengacu pada prinsip -prinsip ilmu kognitif modern melalui penelitian tentang otak dan kecerdasan.

​Kemudian, karena tantangan perubahan zaman dengan berkembang pesatnya teknologi informasi dan komunikasi, mendorong Mika mendirikan QUIN Education – Sekolah Cloud di tahun 2010.

Dengan berbasis IT, lembaga ini memfokuskan kegiatannya pada pelatihan siswa dan kalangan guru, sekaligus membawa Mika menjadi tutor dan motivator dalam seminar, dan pelatihan E-Learning di berbagai daerah di Indonesia.

​Pada tahun 2012 Mika mendirikan Cerdas Merah Putih (CMP). Sebuah lembaga nirlaba yang menegaskan kepedulian Mika pada nasib siswa dari keluarga kurang mampu di Jakarta, khususnya Jakarta Selatan, di mana seluruh aktivitas Mika berpusat di wilayah tersebut. Secara rutin, Mika mengerahkan guru-guru terbaiknya untuk mendidik siswa SD, SMP, dan SMA dalam program bimbingan belajar dan try out gratis.

Ir. Mika Panjaitan bersama pengajar CMP dan murid-muridnya.

​“Mereka adalah anak-anak bangsa yang kehilangan kesempatan mengikuti les, dan bimbingan belajar karena alasan tidak mampu secara ekonomi. Sekolah gratis dan guru-guru bersertifikasi saja tidaklah cukup. Mereka harus diberi motivasi agar tidak apatis dan malas belajar. Semangat mereka harus dibangkitkan. Peluang mereka untuk menjadi yang terbaik harus terbuka lebar,” kata Ir. Mika Panjaitan, yang kini menjadi seorang Caleg DPRD DKI Jakarta, Dapil VII No. Urut 8 sebagaimana dilansir dari Koranpelita.com, ketika berbincang -bincang mengenai program CMP yang menjadikan Jakarta Selatan sebagai Pilot Projectnya.

​Sejak digulirkan, program bimbingan belajar yang diselenggarakan CMP ini pun mendapat simpati luas dari warga, karena berhasil meningkatkan prestasi dan semangat belajar anak-anak di Jakarta Selatan.

“​Untuk memberikan pengajaran terbaik kepada para siswa, guru perlu dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan yang selalu up to date, untuk diteruskan kepada para siswanya. Sebagai motivator dan pelatih guru, Mika bersama CMP memberikan pelatihan mengajar kepada ribuan guru di Indonesia; disebut, “Belajar Cara Mengajar,” terangnya.

Terkait permasalahan pendidikan anak kurang mampu, lanjutnya, CMP senantiasa mengkampanyekan pentingnya dukungan keluarga terhadap pendidikan anak.

“Anak Indonesia ke depannya harus berprestasi dan membangun negerinya untuk masa depannya,” harapnya.

Terjun Ke Politik

Mika bercita-cita agar bisa menjangkau sebanyak-banyaknya anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk dididik secara gratis melalui Lembaga Cerdas Merah Putih-nya. Ia ingin menyentuh wilayah lainnya di Jakarta. Untuk itulah maka ia pun terjun ke dunia politik. Sejak tahun 2011, Mika bergabung dengan PDI Perjuangan karena partai tersebut menurutnya sangat peduli pada wong cilik, serta berpegang teguh pada Pancasila.

“PDI-P sangat menjunjung tinggi demokrasi dan nasionalisme, memegang teguh Pancasila, kebhinekaan, dan keutuhan NKRI, berdaulat di bidang politik, ekonomi, berkepribadian dalam kebudayaan, serta memperjuangkan kemakmuran dan keadilan,” ungkap pengagum Mahatma Gandhi dan Bung Karno ini.

Mika mengaku telah tertarik dengan dunia politik sejak masih mahasiswa. Kini dengan terjun ke dunia politik dan bertarung di Pemilu Legislatif, bagi Mika adalah bagian dari mimpi besarnya untuk memajukan pendidikan bagi anak-anak Indonesia.

Di PDI-P, Mika dipercaya sebagai Ketua Bidang Pelajar dari Departemen Pemuda Olah Raga, di PDIP DKI Jakarta karena sesuai dengan latar belakang profesinya selama lebih dari 25 tahun sebagai pengajar, serta totalitas dan komitmennya yang kuat dalam memajukan dunia pendidikan.

Berkat pengalamannya di dunia bimbel pula, DPP PDI-P mempercayakan Mika sebagai Ketua Panitia Try Out Nasional Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2016. Kegiatan yang diselenggarakan serentak di Indonesia dan diikuti 185.844 siswa itu bahkan mendapat penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI).

Penghargaan itu diterima langsung oleh Ketua Umum PDI-P, Megawati Soekarno Putri. Ir. Mika Panjaitan saat ini maju di Pemilu Legislatif 2019 sebagai Calon Anggota DPRD DKI Jakarta dari Dapil VII, Jakarta Selatan, dengan nomor urut 8 dari PDI-P. Dapilnya mencakup Kecamatan Cilandak, Kebayoran Lama, Kebayoran Baru, Pesanggrahan, dan Setia Budi.

Selain mengajar dan kesibukan lainnya, Mika juga aktif menulis dan telah menghasilkan 2 buah buku: “Kimia Untuk SMA, dan Menjadi Guru yang Luar Biasa.”

​Jika dipercaya duduk di legislatif, maka inilah momen penting bagi Mika untuk meningkatkan pengabdiannya dalam dunia pendidikan. Ia sadar, aktivitas CMP sangat terbatas untuk menyentuh seluruh wilayah Jakarta Selatan, karena berada di luar sistem. Maka tentu akan jauh lebih efektif apabila dilakukan melalui jalur legislatif. Hingga saat ini CMP telah aktif di 80 lokasi di sekitaran Jakarta Selatan, dan telah berjalan selama 5 tahun.

“Saya melihat langsung permasalahan pendidikan di Jakarta Selatan. Anak-anak sekolah terutama dari kalangan kurang mampu amat butuh pendampingan, agar mereka kelak tumbuh sebagai pribadi-pribadi yang unggul dalam segala hal. Saya yakin di antara mereka akan muncul tokoh seperti Presiden Joko Widodo dan pemimpin-pemimpin besar lainnya,” tegasnya.

Menurut ​Mika semangatnya yang berkobar ikut bertarung di Pemilu Legislatif 2019 ini juga karena dorongan masyarakat Jakarta Selatan, terutama mereka yang menerima manfaat dari aktivitas QUIN, QUIN Education – Sekolah Cloud, dan CMP. Untuk itu ia selalu mengharapkan doa dan dukungan masyarakat Jakarta Selatan, agar memilihnya di Pemilu Legislatif nanti.

​“Saya akan melakukan yang terbaik bagi masyarakat Jakarta Selatan. Saya dekat dan sangat memahami mereka. Anak-anak mereka juga adalah anak-anak saya,” ujarnya dengan suara bergetar.

Lebih lanjut Mika menjelaskan, motivasi mendirikan bimbingan belajar adalah agar anak yang kurang mampu bisa masuk SMP dan SMA negeri, yang sekarang ini didominasi oleh anak orang kaya.

“Jika saya didukung mewakili masyarakat Jakarta Selatan, duduk di DPRD DKI nanti, program kerja100 hari  saya adalah membebaskan biaya bimbel, gratis.” ujarnya.

“Memperjuangkan anggaran di DPRD DKI untuk anak yang kurang mampu, agar bisa ikut bimbel gratis di setiap kelurahannya, dan mengawal anggaran pendidikan daerah agar tepat sasaran, khususnya juga peningkatan SDM guru dan siswa yang kurang mampu,” terangnya. (DDC, Igan, Han)

Biodata Ir. Mika Panjaitan

Tempat/tanggal lahir​ :​ Pematang Siantar, 2 Januari 1967.
Ayah/Ibu​ : ​B. Panjaitan SH (Alm)/E. Br. Siagian.
Istri ​:​ Christine Br. Siagian.
Anak​ : ​Hana Cecilia Panjaitan, Nicolas Panjaitan, Grimonia Panjaitan.

Pendidikan:
– SD HKBP Pematang Siantar (1979)
– SMP Negeri 5 Pematang Siantar (1982)
– SMA Negeri 5 Medan (1985)
– Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sumatera Utara (1990)

Pengalaman Kerja:
– BT/BS Nukleus Medan (1986)
– BT/BS Mitra Medan (1988)
– BT/BS Bioteknik Medan (1992)
– Bimbel Teknos Jakarta (1992-1994)
– Bimbel SSC Jakarta (1994-1995)
– Mitsubishi Motor Corporation (1997)
– Lab School Rawamangun (1997-2000)
– Pendiri/Dirut Quantum Institute QUIN (2000-sekarang)
– Pendiri QUIN Education Indonesia – Sekolah Cloud (2010-sekarang)
– Pendiri Cerdas Merah Putih (2012-sekarang)

Karya Tulis
– Penulis Buku “Kimia Untuk SMA”
– Penulis buku “Menjadi Guru yang Luar Biasa”

Pengalaman Organisasi:
– Ketua Ikatan Pengajar Bimbingan Belajar se-Indonesia (1997)
– Ketua Bidang Pendidikan Panjaitan se-Jabodetabek (2010-2013)
– Ketua Departemen Pelajar dan Mahasiswa PDI Perjuangan DKI Jakarta (2011-2016)
– Ketua Ranting Gandaria Selatan PDI Perjuangan (2017- Sekarang)
– Komite DPP PDI Perjuangan (2015- Sekarang)

Tinggalkan Balasan