JOKOWI TERPERANGKAP?

0
182
views

DDC, Jakarta – Walau beberapa lembaga survey menyebut bahwa elektabilitas Jokowi masih jauh mengungguli Prabowo, namun dalam hati kecil saya masih terbersit rasa cemas. Kecemasanku itu bukanlah tanpa alasan. Ada 2 alasan utama, yaitu :

1. Di Pemilu 2019 ini, dimana Pilpres dan Pileg dilaksanakan secara serentak, ternyata mengakibatkan (Tim Kampanye Nasional) TKN dan Tim Kampanye Daerah (TKD) tak mungkin bisa bekerja maksimal untuk mendukung Jokowi. Hal ini selain karena Komplikasi akibat UU PEMILU SERENTAK 2017, juga dikarenakan para pengurus TKN maupun TKD umumnya adalah para Caleg. Sehingga jelas akan sangat sulit menjadi wadah untuk mengorganisir energi kerelawanan.

2. Para Donatur Politik Neo-Orba yang melekat dengan dalih mendukung Jokowi di Pilpres 2019 ini sesungguhnya berharap Jokowi kalah saat ini juga. Sehingga di lapangan, faktanya, mereka tidak membantu dana dengan jumlah yang seharusnya, indikasinya tampak dari kondisi di lapangan yang minim logistik dan Alat Peraga Kampanye (APK) Dukung Jokowi.

Oleh karena kedua hal tersebut di atas, maka saya jadi berasumsi bahwa mereka memang berharap, “Hmm.. siapa tahu Jokowi bisa dikalahkan di Pilpres 2019 ini. Atau minimal Jokowi jangan sampai menang besar.” Untuk apa? Tentu agar lebih mudah mengalahkan Rejim Arus Perubahan yang kini dipimpin Jokowi, di Pilpres 2024 nanti.

Pertarungan politik di negara manapun, selalu ada yang jangka pendek, menengah hingga jangka panjang. Kondisi bangsa kita hari ini, memang masih banyak udang busuk dibalik bebatuan kekuasaan, yaitu Konspirasi 4 Kubu Jahat : Politisi Busuk, Pengusaha Hitam, Kaum Radikal Agama, dan Operator Profesional.

Kedua permasalahan pokok di atas, serta argumen dan narasi Medan Tempur 2024 itu ternyata diperparah dengan UU yang hanya membolehkan Presiden menjabat 2X berturut-turut.

Sehingga hal itu membuat semua partai dan para tokoh politiknya, beserta para Donatur Politik Neo-Orba, sejak sekarang sudah berpikir, “Pokoknya keroyok dan kalahkan Siapapun Capres dari PDIP, pengganti Jokowi di Pilpres 2024 nanti.”

Taktiknya, dengan menskenariokan 3 Paslon Capres/Cawapres. Sehingga berpotensi terjadi Pilpres 2 putaran. Jika itu terjadi, maka kedua kubu Paslon lainnya akan bersatu mengeroyok Capres dari PDIP. Taktik ini hampir dipastikan terjadi nanti, karena mereka sudah memetakan bahwa tak akan ada Capres dari PDIP sebagai pengganti Jokowi, yang sekuat Jokowi di 2024 nanti.

Untuk itulah maka target minimal mereka adalah Ganti Rejim Arus Perubahan ini melalui Pilpres 2024 nanti, apapun caranya (Machiavelli).

Kecemasanku pada hal-hal di atas itu, menuntut jalan keluarnya dengan segera. Membuat pusing kepalaku. Apakah solusinya kawan?!

Ada beberapa gagasan dalam kepalaku, yaitu :

Pertama, tentu kelompok pendukung militan Jokowi harus berjuang membebaskan Jokowi dari Perangkap Konspirasi 4 Kubu Jahat itu. Entah bagaimana caranya.

Kedua, Jangan Sampai Jokowi hanya menang tipis, apalagi sampai klah tipis. Sebab hasil Pilpres 2019 ini akan berpengaruh pada pertarungan di Pilpres 2024 nanti. Kemenangan Jokowi yang telak di Pilpres 2019 ini, otomatis akan memposisikannya sebagai seorang tokoh besar bangsa, dan negarawan Indonesia yang akan sangat berpengaruh pendapat-pendapatnya nanti (2024 dan seterusnya).

Sebaliknya jika Jokowi kalah tipis atau cuma menang tipis, pendapat dan suaranya nanti pun akan dianggap angin lalu saja, kurang berdampak dan kurang berpengaruh pada gagasan-gagasan perubahan yang muncul, sebaik apa pun gagasan itu.

Untuk itulah, maka wahai para Pendukung Jokowi, dari lubuk hati yang terdalam, mari kita :

1. Dukung Jokowi, dan wajib kita cek segera apakah kita sudah terdaftar di TPS masing-masing?
2. Ayo kita ramai-ramai pergi ke TPS.
3. Jangan Golput.
4. Coblos 01 demi INDONESIA MAJU, demi anak cucu kita, dan demi Nusantara Jaya.

Salam 01 Jokowi-Ma’ruf Amin.

Penulis : Charles Siahaan, SH. Inisiator Gerakan Posko Nyablon Gotong Royong (PNGR).
Editorial : Yulius Leonarta Tarigan.

Tinggalkan Balasan