Menjadi Relawan Bimbel Cerdas Merah Putih, Perjuangkan Masa Depan Anak-anak dari Keluarga Miskin

0
192
views
Bimbel CMP

DDC, Jakarta – Saya Rahayu Wulandari, mahasiswi di sebuah Universitas di Jakarta. Awalnya saya mendapat informasi Bimbel CMP (Cerdas Merah Putih) dari seorang teman lama, tapi ia belum menceritakan apapun mengenai Bimbel ini. Dia hanya menyebar broadcast di sebuah media sosial, bahwa sedang dibutuhkan Pendamping Guru Bimbel.

Karena latar belakang pendidikan saya adalah Fakultas Pendidikan, maka saya pun berminat dengan tawaran tersebut. Hingga kemudian saya bertemu dengan Ibu Erla (Relawan CMP) yang menjelaskan tentang apa itu CMP dan apa saja tugas saya nantinya di lapangan.

Rahayu Wulandari, tengah Berjilbab Merah.

Cerdas Merah Putih merupakan nama Bimbingan Belajar (Bimbel) yang didirikan oleh Bapak Mika Panjaitan pada tahun 2012, dan bertujuan sangat mulia, yaitu memberikan kesempatan kepada anak-anak yang memiliki potensi dan semangat belajar yang tinggi, namun terkendala karena berlatar belakang ekonomi lemah, sehingga CMP tidak memungut biaya alias gratis.

Setelah mendengar cerita dari Ibu Erla itu, saya langsung berminat bergabung, untuk membantu mensukseskan tujuan yang mulia ini. Saya ingin menjadi relawan karena selain latar belakang kuliah saya adalah pendidikan, saya pribadi telah merasakan betapa susahnya memperjuangkan masa depan dengan menempuh jalur pendidikan. Karena saya berasal dari keluarga yang sederhana, yang kuliah hanya dengan mengandalkan beasiswa, agar tak membebani orang tua.

Kemudian Mbak Erla mempertemukan saya langsung dengan pendiri Bimbel CMP Bapak Ir. Mika Panjaitan. Beliau bercerita tentang Bimbel CMP, yang kini tersebar di sekitar 80 titik di DKI Jakarta, dengan tanpa memungut biaya sama sekali.

Setelah mendengarkan cerita beliau saya semakin mendapatkan pelajaran hidup. Bapak Mika Panjaitan berkata, “Raihlah ilmu dengan sungguh-sungguh, jika biaya pendidikan terasa berat carilah peluang untuk bisa terus menuntut ilmu. Namun ilmu dan kepintaran bukan untuk menjadikan diri sombong. Tak perlu menjadi orang pintar untuk menjadi hebat, karena orang yang hebat adalah orang yang jujur, punya mimpi, terus berusaha dan berdoa untuk mewujudkan impiannya”.

Beliau juga menambahkan bahwa selain itu kita juga harus mampu bertahan dengan hal yang positif, karena mempertahankan sesuatu jauh lebih sulit daripada mendapatkan sesuatu, dan seringkali tak banyak orang yang mampu mempertahankan sesuatu yang baik itu.

Harapan saya dengan adanya Bimbel CMP yang sudah tersebar di puluhan lokasi ini, anak-anak Indonesia khususnya yang tinggal di Jakarta, dan berasal dari keluarga yang kurang mampu, akan memiliki kesempatan untuk terus belajar, meraih cita-citanya. Karena dengan adanya Bimbel Gratis ini para orangtua tidak terbebani biaya lagi dan anak-anaknya dapat terus bersaing dalam dunia pendidikan, menuntut ilmu untuk mewujudkan cita-citanya.

Akhir kata, saya juga berharap agar semoga Bimbel sejenis CMP ini bisa menjadi inspirasi bagi para pemerhati pendidikan kita. Sebab biaya bimbel saat ini sungguh tak murah. Jutaan bahkan puluhan juta rupiah.Jangan sampai anak-anak yang memiliki potensi, kalah dalam persaingan hidup hanya karena orang tuanya tak mampu membiayai pendidikannya. Walau sudah ada KJP dan KIP, tanpa mengikuti Bimbel yang berkualitas rasanya sulit untuk bisa mendapatkan pendidikan di sekolah atau kampus favorit nantinya.

Penulis, Rahayu Wulandari, Pendamping Guru BimBel Cerdas Merah Putih.
Editorial, Yulius leonarta Tarigan.

Tinggalkan Balasan