Rocky Gerung dan Pilpres 2019

0
129
views

DDC, Jakarta – Pertama-tama saya ingin mengucapkan “Selamat kepada kelompok Kiri Indonesia di Pilpres 2019 ini, karena salah seorang tokohnya, Rocky Gerung telah berhasil menggiring opini publik sedemikian rupa, sehingga menjadikan dirinya sebagai salah satu ‘corong yang dianggap penting’ di Pilpres 2019 ini.”

Sebelumnya, pada Pilpres 2014 lalu, Rocky tak punya panggung sama sekali. Namun kini di Pilpres 2019 dia berhasil memposisikan dirinya menjadi salah satu Corong bagi kelompok oposisi untuk “Menaikan Level Demokrasi Kita” melalui argumen-argumennya, framming-frammingnya, retorika-retorikanya hingga metamor-metamornya yang entah kenapa, langsung disantap bulat bulat oleh publik, khususnya pendukung capres 02?

Saya coba menjelaskan persoalan ini, Euforism pendukung capres 02 melalui PENAMPILAN Rocky dengan bahasa sederhana saja. Bahwa “Selama ini, di kelompok Capres 02, mengedepankan akal sehat adalah hal yang langka sekali, sebab tak ada tokoh Proxy mereka yang mampu melakukan hal itu sebaik yang diperankan oleh seorang Rocky Gerung.

” Selama ini yang mereka mampu lakukan hanyalah Politik Hoax, Fitnah dan memainkan isu Identitas Politik lainnya saja.

Oleh karena itu, jika anda cek pada video-video debat Rocky di Youtube, apapun tema debatnya, dan melawan siapapun dia, pasukan Cyber oposisi telah terkoordinasi untuk meLike, Share dan merespons positif komentar dari pendukung Capres 02 itu. Sedungu apa pun komentar tersebut.

Ini adalah perang komunikasi media termasuk Sosmed ala jaman Now. Konsultan Politik Asing Capres 02 telah memahami itu dan mengeksploitasi hal itu demi mencitrakan pada publik, bahwa pendapat/komentar dari kelompoknya itu ternyata didukung oleh sekian ratus orang.

Padahal Indonesia tak dihuni oleh sekian ratus orang saja..!! Indonesia dihuni oleh sekitar 265 juta WNI. Apakah pantas jika 265 juta WNI itu seolah terwakili oleh seratus, 2 ratus hingga 600 ribu orang saja yang memiliki akun youtube, bahkan akun itu kloningan?? Ini adalah sebuah manipulasi data, dengan cara mendukung dan menguatkan apa pun argumen pihak oposisi terhadap satu atau dua isu politik demi meraup keuntungan politis bagi kelompoknya di tahun politik ini.

Tapi bersyukurlah, ada Kecelakaan Lidah Rocky Gerung yang terekam jelas oleh kamera, di mana saat itu ia menjawab pertanyaan, “Kenapa anda tak mengkritisi Prabowo dan selalu mengkritisi Jokowi?”

Rocky pun menjawab Tegas “Anda sendiri tadi berkata bahwa PRABOWO TAK PUNYA PRESTASI, UNTUK APA SAYA MENGKRITIK ORANG YANG TAK PUNYA PRESTASI..??!!

LEBIH BAIK ROCKY SELALU MENGKRITISI SEORANG JOKOWI YANG MEMANG PUNYA SEGUDANG PRESTASI  DARIPADA MENGKRITIK PRABOWO YANG MEMANG TAK PUNYA PRESTASI..!! Itulah artinya.

Kecelakaan lidah Rocky ini bagi banyak orang mudah untuk terlupakan, namun tidak bagi saya pribadi. Itu adalah sebuah pengakuan dari seorang Rocky Gerung bahwa Jokowi memang memiliki Banyak Prestasi, sedangkan Prabowo Cuma Omong doang atau Onani Janji Lidah semata.

Saya mengapresiasi seorang Rocky Gerung yang mampu menciptakan ruang atau panggung politik bagi dirinya sendiri di Pilpres 2019 ini. Melalui acara ILC, ia yang hanya seorang Sarjana dan tak berpartai, namun mampu menyihir banyak orang agar mengakui eksistensinya sebagai Pakar, sebagai tokoh akademisi, hingga dijuluki Profesor Gadungan.

Itu adalah sebuah kemampuan berkomunikasi yang lucu-lucu menyedihkan. Tentu bagi karirnya ke depan nanti. Ibarat seorang pakar perpajakan, namun yang menggunakan kemampuan/ilmunya untuk melanggengkan praktek penggelapan pajak dari klien-kliennya. Ilmu atau kecerdasan yang digunakan untuk merusak bangsanya sendiri..!!

Baiklah, sebagai penutup tulisan yang saya coba agar seringkas-ringkasnya ini, saya ingin berkata langsung pada Rocky jika bertemu suatu saat nanti,

“Bung Rocky, berbahagiakah anda telah menjeremuskan bangsa ini pada lembah jurang kedunguan berpikir sepotong-sepotong, sesuai frammingmu, serta retorik dan metaformu hanya demi memuaskan syahwatmu untuk tampil dan eksis di Pilpres 2019 ini..??”

Beberapa kali saya bertanya pada masyarakat di bawah tentang anda Bung Rocky, tahukah anda apa jawaban mereka saat saya tanyakan apakah mereka mengenal anda? Mereka sungguh menjawab dengan polos,

Jawab mereka, “ Oh Rocky Gerung yang Jomblo tua itu, saya kenal dia melalui TV, Pantes dia juga mendukung Prabowo yang juga sama-sama Jomblo Tua. Sesama Jomblo kan harus kompak. Soal sama-sama suka ngelindur dan ngawur, ya dimaklumi sajalah. Namanya juga Jomblo Tua yang tak punya Kekasih Hati. Hidupnya sangat kesepian. Mereka adalah orang-orang yang miskin akan kasih sayang. Wajarlah kalau agak error jiwanya.”

“Bung Rocky, Saya berharap anda masih memiliki kesadaran walau setitik saja…untuk menjawab pertanyaan saya serta reaksi dari masyarakat luas itu secara jujur.. Bukan untuk eksistensi dirimu, bukan untuk ego dirimu, apalagi untuk posisimu pasca Pilpres 2019 nanti. Melainkan bagi nama baikmu dan keluarga besarmu sendiri, serta bagi bangsa tercinta ini.

Untuk perjuangan pribadimu, menciptakan panggung sirkusmu di Pilpres 2019 ini saya sangat mengapresiasi, namun kamu bukanlah siapa-siapa yang berhak mengatakan bahkan menghakimi masyarakat kita sebagai masyarakat yang Dungu.

Salam Akal Sehat, bukan Akal Codot/Dungumu.

Penulis, Yulius L Tarigan.

Tinggalkan Balasan