TKN dan TKD serta Relawan Jokowi-Amin se-Sumut Konsolidasi Lawan Hoax di Sosial Media

0
370
views
TKN dan TKD serta Relawan Jokowi-Amin se-Sumut Konsolidasi Lawan Hoax di Sosial Media

DDC, Jakarta – Tim Kampanye Daerah (Sumut) melakukan Konsolidasi melawan Hoax dan berita miring tentang Capres dan Cawapres Jokowi-Ma’ruf Amin di Pilpres 2019 bersama Direktur Informasi Publik Media Sosial Tim Kampanye Nasional Pusat serta seluruh organ relawan sesumatera utara.

Bertempat di gedung baru Tim Kampanye Daerah (TKD) Sumut, Jalan Gajah Mada No 44 Medan, pada Minggu (6/01/2019) konsolidasi untuk melawan berita hoax di media sosial itu berlangsung dan dihadiri oleh perwakilan dari berbagai organ relawan Jokowi-Maruf Amin, serta menghadirkan dua pembicara, yaitu Direktur Informasi Publik dan Media Sosial  TKN Jokowi – Ma’ruf, yaitu Arya Sinulingga dan Adrian Zakhary dari Verta Riset dan Direktur Relawan TKD Sumut, Agus Marwan, Sekretaris PDIP Sumut Soetarto yang juga Sekjen TKD Sumut, dan Advokat Seknas Sumut, Rahmat Junjung Sianturi.SH. MH, serta Perwakilan dari Komunitas Gerakan Muda Menghantarkan Anda Rubah Sumut Inginkan Aman (GM “MARSIA”).

Arya Sinulingga

Direktur Informasi Publik  dan Media Sosial TKN Jokowi Ma’ruf, Arya Sinulingga mengatakan bisa dengan leluasa memantau pergerakan tanda pagar alias tagar yang digunakan oleh kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Twitter. Menurut Arya Sinulingga hasil pemantauan di media sosial tersebut menjadi salah satu bahan untuk merancang konten dan tagar tandingan, misalnya  ketika kubu Prabowo – Sandi menggoreng tagar 2019 Ganti Presiden, Arya pun meminta tim untuk melawan tagar itu.

“Kami menginstruksikan tagar tandingan yaitu #01JokowiLagi dan sekarang sedang dipopulerkan tagar #Jokowi Baik dan #Jelas Islamnya, serta tagar #Sandiwara Uno dan #Prabowo Tak Pandai Ngaji, untuk melawan hoax yang dilemparkan oleh kubu lawan,” terang Arya Sinulingga.

Arya Sinulingga pun mengajak seluruh relawan Jokowi untuk tidak nyinyir dalam menghadapi pergerakan kubu sebelah, dan tetap tenang, tidak panik serta tidak mudah terprovokasi. Namun hadapi dengan santai dan jenaka, tak lupa Arya Sinulingga juga mengajak para relawan Jokowi-Maruf Amin agar membesarkan nama KH Maruf Amin sebagai ulama yang kharismatik dan sangat diakui ketokohannya di Indonesia tercinta ini.

Relawan semangat ikuti acara konsolidasi

Sementara itu, Zulham Daeng.SE, Ketua DPW Duta Jokowi-Ma’ruf Prov.Sumut mewakili para Relawan Duta Jokowi-Ma’ruf se-Kab/Kota Sumatera Utara, saat diwawancarai mengatakan bahwa saat ini Survei Capres Indopol di Sumut,: Jokowi-Amin 55,99%, Prabowo-Sandi 34,83%.

“Elektabilitas Jokowi-KH Maruf Amin semakin unggul di Sumut, sudah sampai unggul 25%, dan diperkirakan keunggulan ini akan naik terus naik sampai pencoblosan, Rabu tgl 17 April 2019 nanti. Diperkirakan Jokowi-Amin bisa unggul antara 30% – 40% atas Prabowo-Sandi,” papar Zulham Daeng.

Sesi foto bersama
Sesi foto bersama

Sedangkan Direktur Relawan TKD Sumut Agus Marwan  menilai, eskalasi politik yang terjadi beberapa bulan terakhir semakin meningkat, akibatnya masyarakat mulai terpancing dalam debat-debat yang panas.

“Kami melakukan pengarahan kepada seluruh relawan untuk tidak mengeluarkan pernyataan provokatif, hoax dan fitnah, demi meminimalisir keretakan sosial atau pun konflik horisontal di medsos,” kata Agus Marwan saat menyampaikan pengarahan di acara tersebut.

Perang udara atau pertarungan di media sosial memang menjadi laga tersendiri bagi kedua kubu dalam Pemilihan Presiden atau Pilpres 2019, Direktur Relawan Tim Kampanye Daerah Sumut Jokowi – Ma’ruf. Menurut Agus Marwan perang udara ini bahkan tak kalah sengit dari perang darat.

Direktur Relawan TKD Sumut Agus Marwan

Inisiator GM “MARSIA” Mario Oktavianus Sinaga,  yang juga penggerak RGR dan GDD Sumut mengatakan kepada DDC bahwa bangsa kita memang sebagian besarnya buta akan data, selain juga buta sejarah dan buta politik. Buta data adalah kelemahan mendasar kita, sehingga dengan diadakannya Konsolidasi tersebut diharapkan Pesta Demokrasi 2019 nanti, pasangan Capres 01, Jokowi-Amin, jika menang lagi masalah ini bisa diperbaiki ke depannya, agar Produsen & Penebar Hoax dan Fitnah semakin tak berkuasa membodohi dan menipu masyarakat.

Adapun buta data disebabkan oleh dua hal, yaitu: Pertama, Birokrat dan Politisi Busuk serta Pengusaha Hitam memainkan data untuk kepentingan pribadi dan kroninya (KKN).
Kedua, Budaya Baca (Literacy Skill) rakyat kita yang sangat rendah. Indonesia ada di peringkat 60 dari 61 Negara yang diriset oleh UNESCO, PBB Tahun 2016 lalu, dan masih tertinggal dari masyarakat Arab Saudi dan apalagi Malaysia.

“Buta Data, Buta Sejarah & Buta Politik, adalah kelemahan mendasar dari bangsa kita yang paripurna, kronis dan akut,” kata Mario.

Sehingga, lanjut Mario, sangat mendesak agar segera kita punya langkah strategis berupa ROAD MAP 15 tahun untuk memperbaiki 3 BUTA tersebut. Agar bonus demografi yang akan terjadi mulai tahun 2030 nanti dapat menjadi keuntungan, bukan malah bencana dalam perjalanan sejarah masa depan bangsa kita. Oleh sebab itu membangun tradisi politik yang beradab harus terus dilakukan secara bersama, sehingga pelaku politik tuna adab semakin kehilangan ruang.

“Dalam sistem dan kultur demokrasi Kebablasan & Tuna-Adab saat ini adalah sebuah projek politik yang strategis dari politik kebohongan kubu sebelah. Maka marilah kita bergotong-royong, satu kesatuan mensosialisasikan terus ajakan ini. Bahwa politik harus menggembirakan rakyat itu sendiri, dan secara terus menerus kita suarakan untuk menolak politik uang, tolak golput, tolak hoax dan ujaran kebencian,” ajak Mario Oktavianus Sinaga.

Acara konsolidasi media sosial Tim Kampanye Daerah Jokowi-Maruf Amin itu dihadiri oleh ratusan relawan dari berbagai organ relawan Jokowi-Maruf Amin, jauh dari perkiraan sebelumnya. Acara yang diwarnai dengan tanya jawab itu berlangsung hangat antara relawan dengan para pembicara, dan diakhiri dengan sesi foto bersama para pembicara dan relawan.

Tinggalkan Balasan