Sabar Mangadu, Ketua Presidium GDD: Politik Hoax Kejahatan Luar Biasa !!

0
346
views
Ir. Sabar Mangadoe T,

DDC, Jakarta – Ketua Presidium Gerakan Daulat Desa, Sabar Mangadu mengatakan bahwa  maraknya berita hoax, hujat dan fitnah politik jelang Pilpres 2019 membuktikan cara berpolitik biadab yang tak bermartabat dan tak bermanfaat bagi negara tercinta.

Lebih lanjut Sabar Mangadu mengutip terminologi Buya Syafii Ma’arif tentang Demokrasi Tuna-Adab, sedangkan Jokowi mengistilahkan sebagai Demokrasi yang kebablasan, yang menghalalkan segala cara hanya untuk memenangkan pertarungan politik di alam demokrasi.

Kejahatan Luar Biasa

“Padahal menyebarkan hoax, hujat, dan fitnah politik itu selain melanggar Hukum alias Kriminal, juga amat tak bermoral. Karena dampaknya amat merusak masyarakat, bangsa dan negara. Ini seharusnya masuk klasifikasi Kejahatan luar biasa, extra-ordinary Crime,” terang Sabar Mangadu pada DDC, Sabtu (05/01/18).

Tahun politik 2019 ini, menurut sabar Mangadu, memang rentan akan penyebaran berita bohong seperti yang dilakukan oleh Andi Arief, Wasekjen Partai Demokrat baru baru ini. Andi Arief beberapa waktu lalu menyebarkan berita bohong yang berpotensi merusak demokrasi kita melalui akun twitternya tentang adanya 7 kontainer kertas suara yang telah dicoblos di Tanjung Priok.

Orang Baik Jangan Diam

“Oleh karena itu, sudah saatnya semua orang baik bangsa ini jangan lagi diam, tapi bergerak bersama untuk bertindak aktif, melawan pembodohan yang dilakukan oleh manusia sejenis Andi Arief ini. Jika menurut masyarakat dan akal sehat, politikus seperti Andi Arief ini telah melakukan pembodohan publik dengan menyebarkan berita bohong yang berpotensi merusak tatanan kemasyarakatan kita, maka tidak salah jika masyarakat melayangkan protes bahkan melakukan penuntutan secara hukum. Bila perlu tak usah dipilih jika dia nyaleg,” geram Sabar Mangadu.

Aparat hukum pun harus bertindak pro-aktif menindak siapa pun tanpa pandang bulu yang melakukan kejahatan luar biasa sejenis ini. Apalagi di saat Pemilu 2019 ini. Pasti rakyat yang berakal sehat pun akan mendukung.

Politik Akal Sehat yang Beradab Vs Politik Tuna Adab yang Biadab

Sebelumnya, aparat hukum sudah menindak dan menetapkan Ratna Sarumpaet, anggota Tim Pemenangan Capres Prabowo sebagai tersangka dalam kasus pidana menipu rakyat. Ratna mengatakan dirinya dipukuli, mukanya sampai babak belur oleh pendukung Jokowi. Padahal itu satu kebohongan.

“Maka demi asas Keadilan dan Kepastian hukum, kasus Andi Arief, Wasekjend Demokrat dan anggota Tim Pemenangan Capres/Cawapres Prabowo harus segera diproses hukum. Andi Arief diduga keras menyebarkan HOAX tentang 7 Kontainer berisi 70 juta kertas suara yang sudah dicoblos untuk Capres Jokowi. Itu jelas Politik Tuna Adab, yang biadab sekali,” tegas Sabar Mangadu. (DDC, Igan)

Tinggalkan Balasan