Sikomad, Solusi Cepat Tangani Kondisi Darurat di Desa

0
85
views
Sikomad, Solusi Cepat Tangani Kondisi Darurat di Desa

DDC, Jatim – 16 desa di Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang meluncurkan terobosan baru dalam berkoordinasi antarpemerintah desa, dan pemerintah di atasnya dalam satu frekuensi radio antar warga (handy talky/HT).

Peluncuran itu dilakukan di sebuah hotel di Jombang, bersamaan acara sosialisasi peningkatan kapasitas aparatur pemerintahan desa dan badan permusyawaratan desa se-Kecamatan Jombang dalam bidang hukum, pada Rabu (19/12/18).

Terobosan baru itu disebut Sistem Komunikasi Antar Desa (Sikomad), yang berguna untuk saling menginformasikan kondisi terkini di desa masing-masing.

“Dengan Sikomad ini kami akan lebih cepat dan efisien merespon peristiwa di desa, utamanya jika ada peristiwa yang memerlukan penanganan segera. Misalnya, kebakaran,” kata Ketua Paguyuban Kepala Desa Se-Kecamatan Jombang Kota, Erwin Pribadi.

Hal itu bisa terlaksana karena yang berkoordinasi tidak hanya antardesa, namun juga instansi di level atasnya, seperti pihak Polsek Jombang Kota, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Jombang.

“Kadang-kadang, jika ada peristiwa seperti kebakaran atau lainnya, kita komunikasikan ke yang berwenang lewat ponsel agak susah. Tetapi dengan Sikomad ini, jauh lebih mudah dan efisien,” kata Erwin yang juga Kades Kepatihan sebagaimana dilansir dari TribunJatim.com.

Begitu pun bagi pihak kepolisi, sambung Erwin, adanya Sikomad lebih memudahkan memantau situasi dan kondisi di wilayah hukumnya.

“Kalau sebelumnya pemantauan harus dilakukan dengan patroli ke desa, mungkin kini mereka tak perlu selalu patroli. Cukup mengontak lewat sikomad yang dipegang masing-masing aparat desa,” kata Erwin.

Gagasan Para Kepala Desa

Sikomad ini sendiri, kata Erwn, merupakan gagasan para kades di 16 desa yang ada di Kecamatan Jombang Kota. Gagasan ini bermula ketika para kepala desa dan aparat desa kerap mengalami kelambatan dalam menangani bencana alam, karena kesulitan berkomunikasi secara cepat dengan ponsel ke pihak terkait.

“Nah, dengan sikomad ini, kepala desa dan aparat desa bisa langsung menginformasikan melalui Sikomad. Baik ke desa lain maupun instansi terkait di atasnya,” kata kades muda ini.

Gagasan ini disambut baik oleh Kapolsek Jombang Kota AKP Suparno. Sebab, akan lebih mudah memonitor aktivitas desa-desa di wilayah hukum Kecamatan Jombang Kota melalui Sikomad.

“Kami akan memonitor setiap malam. Jadi tidak harus selalu patroli lagi ke desa. Hanya kalau sifatnya rawan memang tetap didatangi. Kalau sifatnya reguler, bisa laporan lewat Sikomad,” jelas AKP Suparno.

Sikomad ini membutuhkan alat handy talky (HT) yang disetel terpusat melalui Radio Pancar Ulang (RPU). RPU diletakkan di kantor kecamatan.

“Idealnya ditaruh di Kecamatan Wonosalam, yang merupakan dataran tinggi. Tapi karena terbentur biaya, akhirnya kami buat secara swadaya, kami taruh di kantor kecamatan,” jelasnya.

Biaya pengadaan Sikomad ini sama sekali tidak membebankan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes). Melainkan, 16 kades di Kecamatan Jombang Kota bersama-sama membiayai alat tersebut.

“Asal dananya, pada Januari 2018, para kepala desa menerima honor pendistribusian program Rastra (beras sejahtera). Setiap bulan itu kami terima Rp 600.000. Akumulasi uang itulah yang kita belikan alat repeater (radio pancar ulang),” bebernya.

Sedangkan untuk pembelian alat HT-nya, diambilkan dari program Alokasi Dana Desa (ADD).

“Karena di situ memang dibolehkan mengambil dana untuk keperluan pembelian HT,” kata Erwin. (DDC, Igan/Tribun)

Tinggalkan Balasan