Tulisan Tukang Ojek On Line ini Telak Kritisi Pernyataan Capres Prabowo

0
774
views
"Saya merasa sedih-sedih lucu karena Prabowo pura-pura sedih Terkait Ojek OL dan Tamatan SMA"

DDC, Jakarta – Sebuah tulisan di sosial media yang ditulis oleh seorang tukang ojek on line, berjudul “Saya merasa sedih-sedih lucu karena Prabowo pura-pura sedih Terkait Ojek OL dan Tamatan SMA” kritisi pernyataan Capres Prabowo yang menyamakan tukang ojek on line sebagai kuli.

Tulisan itu baru beberapa waktu yang lalu dipostingnya, dan mendapat banyak respon dari netizen. Baik dari sesama pengemudi ojek maupun lain profesi. Demikian tulisannya tersebut.

Saya merasa sedih-sedih lucu karena Prabowo pura-pura sedih terkait Ojek OL dan tamatan SMA

Membaca-baca berita tentang pernyataan Capres No urut 2, Prabowo Subianto, soal anak muda tamatan SMA yang ramai ngojek OL jelas membuat saya merasa sedih-sedih lucu.

Pertama, jelas itu adalah “Sedih Politik” semata yang bertujuan meraih simpati dari konstituen, khususnya tamatan SMA yang ngojek OL. Sudah bertahun-tahun ada OJOL, tapi kenapa di masa kampanye ini baru diutarakannya?

Kedua, anda melihat satu persoalan, tapi dengan kacamata yang rusak. Anda melihat tamatan SMA ngojol, padahal bukan cuma tamatan SMA yang ngojol, tamatan SD-SMP-SMA-bahkan tamatan Perguruan tinggi pun ada yang ngojol walau sbg sampingan. Begitu pun anda menganggap bahwa profesi ngojek OL sebagai profesi yang hina, kuli (kuli cuma modal tenaga). Padahal profesi Ojol itu adalah profesi jasa pelayanan.

Setiap pagi-siang-malam selalu melayani sesama manusia, ibu-ibu yang ke pasar, anak-anak sekolah, dll nya. Tahukah anda bahwa untuk ngojol itu bukan cuma modal tenaga seperti kuli, tapi juga harus punya motor sendiri, surat-surat resmi spt STNK, SIM dll nya. Kemudian, selain modal motor, juga modal saldo TOP-UP dan bahkan setiap orderan yang masuk, seorang Ojol selalu membayar pajak, apakah pajak bapak sudah beres semua??

Ketiga, tahukah anda bahwa setelah adanya Ojol, perekonomian jadi lebih cepat bertumbuh? Karena pelayanan antar jemput, baik manusia maupun barang semakin cepat, dan bahkan memicu tumbuhnya usaha-usaha rumahan, seperti jualan makanan bisa dilakukan dari rumah saja, yang kesemuanya itu tentu berdampak ekonomi yang positif bagi negara. Oh, ya…sepertinya anda juga tidak paham bahwa setelah adanya Ojol, tingkat kriminalitas pun jadi semakin menurun. Sebab anak-anak muda jadi punya kegiatan yang produktif. Tidak nongkrong2 sembarangan yang dulunya memicu mabuk dan berujung kriminalitas.

Jadi, betapa di mata saya anda kembali telah melakukan blunder dalam berkomunikasi terhadap publik di masa kampanye Pilpres ini. Anda ingin menunggangi profesi Ojol, untuk mengkritisi pemerintah, sah saja sebagai oposisi. Namun sayangnya anda tidak punya pengetahuan yang mendalam terkait profesi Ojol ini, yang seharusnya dimiliki seorang Capres. Harusnya anda lebih luas memahami persoalan, barulah kemudian melakukan kritik yang konstruktif.

Pak Prabowo yang seharusnya kita hormati, mohon maaf kalau tulisan ini seolah mengajari anda tentang bagaimana berkomunikasi politik, berkampanye yang benar, apalagi yang berlandaskan Pancasila. Lucu sekali ketika kemudian pernyataan anda terkait profesi Ojol dan tamatan SMA ini, akhirnya jadi bahan lelucon oleh rakyat jelata, baik tamatan SD-SMP maupun SMA. Miris.

Kalau boleh saya kasih saran, sebaiknya bapak dalami Pancasila, dihayati dengan serius, agar ke depan nanti bapak lebih dewasa dalam berpolitik, lebih mengedepankan kepentingan negara, berkualitas negarawan, bukan sekedar badut-badut politik semata.

Ayo jadikan Pilpres 2019 ini ajang untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, ajang untuk mendorong bangkitnya kedaulatan rakyat agar negara ini semakin kuat, sebagaimana tema pemilu 2019 ini. Salam Nusantara Jaya..!!

Yulius LT

Tukang Ojol yang melek politik

Tinggalkan Balasan