Pelajar SMAN 1 Bengkulu Selatan Buat Pestisida Organik dari Kulit Jengkol

0
24
views
Pelajar SMAN 1 Bengkulu Selatan Buat Pestisida Organis dari Kulit Jengkol

DDC, Bengkulu – Sejumlah pelajar yang tergabung dalam Science Club SMA Negeri 1, Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu, menciptakan pestisida alami berbahan kulit jengkol.

M. Zaky Nugraha, salah satu pelajar penemu pestisida organik tersebut menuturkan proses pembuatan pestisida alami ini yang terbilang sederhana.

Pertama kulit jengkol digiling halus, setelah itu dilakukan fermentasi selama 10 hari untuk mengaktifkan zat organik yang terdapat pada kulit buah yang bernama latin archidendron pauciflorum tersebut.

“Olahan 3 kilogram kulit jengkol dapat menghasilkan 48 liter pestisida alami yang baik untuk pertumbuhan tanaman dan kesehatan manusia,” katanya, Senin (20/8/18).

Kulit Jengkol Miliki 4 Senyawa

Zaky menjelaskan kulit jengkol memiliki 4 senyawa yang baik bagi pertumbuhan tanaman, yaitu zat tanin yang berfungsi sebagai anti serangga, asam fenolat untuk mengatasi gulma, asam steroit sebagai senyawa penyubur tanah dan asam jengkolat yang bertugas membasmi hama dan penyakit. Pestisida berbahan kulit jengkol ini dapat menjadi herbisida dan insektisida alami yang ramah lingkungan.

Guru Pembimbing Science Club SMA Negeri 1 Kabupaten Bengkulu Selatan, Fenty Suryerny menuturkan ide dasar pembuatan pestisida nabati ini karena siswa prihatin terhadap kulit jengkol yang tidak dimanfaatkan oleh masyarakat. Selain itu, mayoritas pekerjaan masyarakat di Bengkulu Selatan adalah petani, sehingga para siswa terpicu mencari formula pestisida yang ramah lingkungan.

“Di sekolah, saya mengajar biologi. Untuk mendapatkan nilai pada mata pelajaran itu, siswa dituntut harus membuat karya tulis ilmiah. Tujuannya untuk merangsang keingintahuan mereka terhadap ilmu pengetahuan, sekaligus meningkatkan minat riset generasi muda,” tutur Fenty.

Lebih lanjut, dia berharap produk pestisida organik hasil penelitian ilmiah pelajarnya ini dapat menjadi inspirasi masyarakat. Penemuan ini diharapkan bisa menjaga keberlangsungan lingkungan dalam dunia usaha pertanian.

Pernah Juara Lomba Karya Ilmiah

Zaky mengatakan, Dinas Pertanian setempat pernah mengapresiasi inovasi kreatif tersebut. Mereka juga pernah mengikuti lomba karya ilmiah remaja dan berhasil menyabet juara.

“Kami sudah mengujicoba pestisida ini pada tanaman cabai, ternyata hasilnya mengesankan. Tanaman menjadi lebih subur, resisten terhadap hama meningkat dan jumlah produksinya bertambah,” ungkapnya. (DDC, Leo, Republika)

Tinggalkan Balasan