Aplikasi Laut Nusantara Bantu Nelayan Prediksi Posisi Ikan di Laut

0
33
views
Aplikasi Laut Nusantara Bantu Nelayan Prediksi Posisi Ikan di Laut

DDC, Bali – Aplikasi Android Laut Nusantara diklaim bisa memudahkan nelayan menangkap ikan, dan meningkatkan produktivitas hingga 50%. Hal ini diungkap Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia KKP, Syarief Widjaya.

Peningkatan produktivitas ini menurut Syarief bisa meningkatkan sumbangan produk domestik bruto (PDB) dari bidang perikanan. Saat ini PDB perikanan hanya di angka 3,89%. Angka ini cukup rendah mengingat potensi kekayaan laut Indonesia dengan luas 5,8 juta km persegi.

“Kita harus bangunkan raksasa tidur. Kita punya 620 ribu unit perahu nelayan, jumlah ini terbesar di dunia. Kita punya 2,7 juta nelayan dan pada 2017, potensi tangkapan 12, 5 juta ikan per tahun,” kata Syarief.

Sementara itu menurut Kepala BROL I Nyoman Radiarta, dengan aplikasi ini nelayan bisa lebih efektif mendapati lokasi tangkapan ikan dibandingkan dengan metode tradisional. Nelayan bisa langsung mengarahkan ke peta lokasi ikan berada.

“Akurasi berdasarkan hasil kajian sejauh ini mencapai 50%. Artinya bisa dipastikan bahwa 50% peluang mendapatkan ikan dilokasi yang dipetakan. Kalau musim lagi bagus akurasi bisa mencapai 70%,” kata Nyoman.

Hasil Riset Bersama

Aplikasi Laut Nusantara ini merupakan hasil kerjasama Balai Riset dan Observasi Laut (BROL), Badan Riset dan SDM Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dengan XL Axiata. Aplikasi tersebut baru meluncur bagi pengguna Android.

Selain menentukan posisi ikan, aplikasi ini juga bisa digunakan untuk menyediakan peringatan keselamatan bagi nelayan ketika melaut.

“Kalau nelayan itu mau mencari lokasi ikan harus diperkirakan terlebih dahulu. Coba hitung saja perjalanan dari dermaga, ke tempat perkiraan ikan, kemudian tebar jaring dan mencoba uji coba di beberapa titik apakah ada ikan. Kalau tidak dapat harus kembali lagi ke dermaga,” ujar Syarief usai acara peluncuran aplikasi Laut Nusantara di kantor BROL di Jembrana, Bali, Kamis (30/8/18).

Cara kerja

Aplikasi ini menggunakan data-data real time yang didapat dari Balai Riset dan Observasi Laut (BROL), yang merupakan satuan kerja di bawah Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Aplikasi “Laut Nusantara” secara real time menginformasikan pada nelayan tentang daerah tangkapan ikan, kondisi cuaca yang lengkap, kondisi gelombang laut, hingga perkiraan konsumsi bahan bakar. 

Nyoman mengatakan fitur daerah penangkapan ikan ini berdasarkan hasil kajian BROL dengan melihat tingkah laku ikan. BROL dapat memprediksi wilayah sebaran ikan dengan menggabungkan data-data yang berkaitan dengan tingkah laku ikan.

“Data yang dimasukan itu berdasarkan perilaku ikan. Data-data tersebut merepresentasikan lokasi ikan. Kami gabungkan tingkah laku ikan dengan temperatur suhu air dan klorofil. Dari situ kami bisa menentukan wilayah sebaran ikan,” ujar Nyoman.

Bekerjasama dengan BMKG, nelayan bisa mendapat informasi mengenai arah dan ketinggian gelombang perairan dan informasi cuaca berupa arah angin, kecepatan angin, curah hujan, dan kondisi cuaca.

Fitur lain yang ditawarkan adalah informasi terkait harga ikan di pelabuhan secara real time(diperbarui saat itu juga). Nelayan juga akan lebih mudah memperhitungkan jumlah BBM untuk menuju ke titik tangkapan ikan. (DDC, Narta, CNN)

Tinggalkan Balasan