Bukan 2 dunia, Kyai Pluralis dan Seorang yang Berpakaian Adat Papua

0
101
views
Kyai M. Rasyidi, Kyai Pluralis bersama seorang yang berpakaian adat papua.

DDC, Jakarta – Kyai Rasyidi, memang bukan nama sebesar Gus Dur, namun sebagaimana semua manusia memiliki kelebihannya masing-masing, begitu juga dengan Kyai Pluralis yang entah sudah berapa banyak “berdakwah” dalam gereja, menggemakan Kebhineka-tunggal-ikaan ini.

Bertemu kembali dengannya selalu membawa kesan khusus, maka saat kemarin, Rabu (08/08/18) malam, di sela acara Rakernas Jokowi Center bertemu dengannya, segera saja kudatangi dan menyelaminya. Belum lama kami ngobrol, tiba-tiba melintas seorang yang, membuatku menyesal sekarang ini, karena lupa menanyakan identitasnya. Seorang yang  berpakaian adat Papua, maka langsung saja kuminta pada pak kyai agar kufoto bersamanya.

“Cekrek, Cekrek” jadilah foto indah ini. Foto yang bermakna dalam bagi mereka yang mendalami pemikiran-pemikiran mendalam. Subuh ini kucoba untuk mendalami pemikiran mendalam tersebut. Simbol Agama dan Kearifan Leluhur.

Bukan dua dunia.

Akh, dalam pemahamanku, mereka berdua bukan berbeda dunia. Mereka berdua, simbol agama dengan kearifan leluhur bukan terpisah pada 2 dunia yang berbeda. Hakikatnya, sejatinya, keduanya adalah cara pandang yang tentu sama-sama menghormati orang tua, kakek, nenek, serta leluhur. Keduanya tentu sama menghormati alam semesta tempat yang memberikan kita kehidupan ini.

Sudah, cukup mendalaminya sampai di situ saja. Tak perlu membahas semakin dalam, yang kita sendiri pun sebenarnya tak pernah masuk ke sana. Kalau diteruskan, bisa-bisa malah kita tersesat pada ego pribadi, kemelekatan pribadi yang selalu terjadi jika diduaduniakan, dibeda-bedakan.

Yang jelas, mereka berdua, serta saya, dan kamu, adalah saudara sebangsa, senegara, setanah-air, senafas seudara…kita bersaudara.

Ketika seorang Batak Karo memotret seorang Kyai Pluralis Jawa dengan seorang papua berpakaian adat leluhurnya. Kita senafas seudara dan sedunia. Bukan 2, 3 atau 4 dunia.

Salam Hormat, Rahayu..Mejuah-juah… (DDC-Igan)

Penulis, Yulius L. Tarigan.

Tinggalkan Balasan