Petani Srigading dan Baros Tirtohargo Kretek Gotong-royong Berpacu dengan Luapan Air

0
179
views
warga desa bergotongroyong membuat sodetan muara sungai opak agar air asin/laut yang menggenangi lahan warga bisa keluar.

DDC, Jateng – Tersumbatnya muara Sungai Opak membuat petani di Srigading Sanden serta Baros Tirtohargo Kretek, Bantul panik. Petani sejak beberapa waktu lalu bahu-membahu membuat sodetan di muara sungai yang sudah tersumbat, tetapi belum berhasil.

Sementara dampak dari peristiwa itu seluas  15 hektar lahan bawang merah dan belasan hektar tanaman palawija terancam gagal panen.

“Muara yang ada saat ini telah tertutup pasir yang terbawa ombak besar beberapa waktu terakhir. Sehingga airnya meluap ke lahan pertanian,” ujar seorang warga, Mardi Prayitno.

“Pemerintah sudah menurunkan alat berat untuk membantu petani agar muara sungai segera terbuka,” ujar Bupati Bantul, Drs H Suharsono disela mengunjungi proses pembukaan muara Sungai Opak, Rabu (01/08/2018).

Ikut mendampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Permukiman (DPU PKP) Bobot Ariffi’aidin ST MT, Kapala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul , Drs Dwi Daryanto MSi, Kepala Dinas Pertanian Kelautan Pulung Haryadi.

Suharsono  mengatakan, peristiwa tersebut akan dijadikan evaluasi bagi pemerintah daerah. Artinya jika peristiwa itu terjadi setiap tahun tentu perlu ada kebijakan yang bersifat antisipasi.

Oleh karena itu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait segera menginventarisir peralatan yang dibutuhkan ketika muara tersumbat.

“Silahkan diinventarisir peralatan apa saja yang dibutuhkan ketika muara sungai ini tersumbat. Sehingga kedepannya pemerintah bisa mengalokasikan anggarannya,” ujar Suharsono.

Kepala Dusun Muneng Agus Purwanto mengatakan, lahan bawang merah  15 haktar itu saat ini terancam gagal panen, karena air asin sudah lebih dari 24 jam merendam tanaman. Karena itu, pihaknya sangat berharap agar muara  sungai segera bisa dibuka.

Agus mengatakan tersumbatnya muara sungai sudah terjadi beberapa hari lalu. Sejumlah upaya memang sudah dilakukan, tetapi belum membuahkan hasil. Setiap kali sodetan dibuat selalu  gagal karena gelombang dari laut sangat kuat. Dengan segala daya dan upaya pembuatan sodetan harus cepat dilakukan jika tidak ingin air merendam semua tanaman. (DDC-Igan, KRJogja)

Tinggalkan Balasan