Indonesia Ekspor 5600 Ton Bawang Merah, Buwas Bangga dan Sebut “Ini Harga Diri Bangsa”

0
245
views
Buwas bangga dan sebut "ini harga diri bangsa"
DDC, Jateng – Komoditas bawang merah Indonesia sukses ekspor 5.600 ton bawang merah dari Brebes, Jawa Tengah, ke Thailand.

Dirut Bulog, Budi Waseso pun merasa bangga dengan prestasi itu.

“Kita harus bangga memiliki Menteri Pertanian yang eksis terhadap masalah pertanian. Kemarin diserang impor, hari ini kita lakukan serangan balik. Brebes terkenal dengan bawang merah, serangan balik tersebut juga datang dari Brebes,” jelas Budi Waseso.

Mantan kepala BNN itu berjanji akan terus membantu kerja Amran. Dari sisi Bulog, memiliki 3 tugas. Yaitu, menyerap dan membeli hasil produksi petani dengan harga yang menguntungkan petani, menjaga stok bahan yang dibutuhkan masyarakat, dan menstabilkan harga di petani dan di konsumen.

Buwas juga mengatakan sebagai negara agraris Indonesia harus mengeskpor komoditas pertaniannya bukan sebaliknya.
“Ini soal harga diri sebagai negara agraris. Jadi Indonesia harus ekspor, bukan impor,” tegasnya.
Buwas kemudian berpesan agar komunikasi antara petani dan pemerintah harus kuat. Ini hal penting, menurut Buwas, agar Bulog bisa berperan semakin maksimal.
Prestasi tersebut juga membuat Komisi VI DPR RI merasa bangga.

“Saya sangat bangga. Hari ini, petani kita bisa ekspor bawang merah sehingga merasakan keuntungan lebih untuk mengangkat kesejahteraan keluarga mereka,” puji anggota Komisi IV Agung Widyantoro yang ikut menyaksikan pelepasan ekspor tersebut. Amran memimpin pelepasan ekspor pada Rabu (1/8/18).

Agung adalah mantan bupati Brebes, sehingga ia merasa amat senang dengan kesuksesan Amran meningkatkan produksi bawang di daerahnya itu, hingga mampu ekspor. Lebih menggembirakannya lagi, karena ekspor itu dilakukan menjelang HUT Proklamasi RI ke-‎73.

Sementara itu dalam sambutannya saat pelepasan ekspor, Amran menegaskan bahwa para petani Indonesia sudah mampu memenuhi kebutuhan bawang merah dalam negeri. Oleh karenanya, Indonesia sudah tidak memerlukan impor bawang merah lagi dari luar.

“Hari ini Indonesia membuktikan lagi kepada dunia, dulu kita impor bawang merah dari Thailand, sekarang kita balikkan ekspor ke negara tersebut. Ini adalah serangan balik. Target ekspor naik 100 persen. Ini juga mencetak dolar AS seperti arahan khusus Presiden Jokowi,” tuturnya.

Amran berjanji, bersama Dirut Bulog Budi Waseso, Kementan akan bekerja lebih cepat dalam meningkatkan pertanian Indonesia. Dia pun merasa cocok dengan sikap Buwas, sapaan Budi Waseso, yang menolak impor pangan. Kerja Buwas juga cepat.

“Selama Pak Buwas menjadi Dirut, kami tidak sering rapat. Kami lebih banyak langsung kerja ke lapangan menyelesaikan masalah. (Rapat) lewat SMS saja, selesai persoalan kita,” ujarnya.

Ekspor bawang merah tidak hanya menunjukkan Indonesia sudah berhasil swasembada. Ekspor juga mewujudkan kedaulatan bawang merah. Tercatat, sejak 2016 hingga saat ini, Indonesia tidak lagi mengimpor bawang merah. Dia bertekad membawa Indonesia akan terus mencatatkan diri sebagai pengekspor bawang merah.

Ekspor bawang merah merupakan prestasi besar pembangunan pertanian di era Jokowi-JK. Sebelumnya, Indonesia langganan impor bawang merah.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada 2014 Indonesia masih mengimpor bawang merah sebesar 74.903 ton. Pada 2015, impor dapat ditekan menjadi 17.429 ton. Di 2016, Indonesia tidak lagi impor. Pada tahun itu, Indonesia sudah mampu ekspor, walaupun cuma 735 ton. Tahun lalu, ekspor meningkat menjadi 7.750. Tahun ini, Amran menargetkan Indonesia bisa mengekspor bawang merah sebanyak 15 ribu ton.

“Prestasi ini menunjukkan kemampuan bangsa Indonesia membalikkan keadaan. Yang semula importir, kini menjadi eksportir bawang merah ke beberapa negara ASEAN,” kata Amran. (DDC, Igan)

Tinggalkan Balasan