Rumah Kreatif Bina Anak Bermasalah Hukum

0
221
views
Bupati Sleman dan Kakanwil Kemenhumham menyaksikan penandatanganan MoU antara DP3AP2KB dan Bapas Kelas I Yogyakarta. Foto: Atiek Widyastuti H

Daulatdesa.com, DIY – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Yogyakarta menggandeng Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Sleman melaunching Rumah Kreatif Bapas Kelas I, Selasa (31/7). Bertempat di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Rumah Kreatif ini diperuntukkan bagi warga binaan Bapas Kelas I Yogyakarta khususnya anak-anak.

Kepala Bapas Kelas I Yogyakarta M Ali Syahbana mengatakan, keberadaan rumah kreatif ini sebagai wujud untuk pemenuhan hak anak yang sedang tersandung kasus hukum. Setidaknya ada 11 program unggulan yang disediakan di rumah kreatif Bapas. Antara lain pelatihan budidaya lele, pembuatan pupuk kompos hingga design grafis dan pembuatan telor asin.

Kegiatan diselenggarakan di 3 tempat: Kelompok Tani (KT) Ngudi Makmur Tridadi Sleman, Masjid Agung Sleman dan Bapas.

“Kami bekerjasama dengan Pemkab Sleman dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut. Ini sebagai upaya kami untuk peningkatan kapasitas terhadap anak yang sedang berhadapan dengan hukum. Harapannya mereka dapat menjadi pribadi yang mandiri dan unggul,” ujarnya.

Kepala Kanwil Kemenhumham DIY Gunarso menuturkan, dengan Rumah Kreatif ini diharapkan dapat menjadi solusi. Terutama bagi anak yang sedang tersandung kasus hukum tidak bisa mendapatkan pembinaan dan bimbingan.

“Peraturan hukum terhadap anak yang terkena kasus hukum sudah diubah. Salah satunya dengan bimbingan dan pembinaan yang bermanfaat. Harapannya begitu kasusnya selesai, mereka dapat menjadi manusia yang lebih baik dan kreatif,” urainya.

Sementara itu Bupati Sleman menuturkan, usia anak merupakan masa untuk tertarik dalam banyak hal. Baik itu negatif maupun positif. Dan semuanya tidak sejalan dengan apa yang diharapkan orangtua.

“Dampaknya mereka cenderung melakukan tindakan negatif dan merugikan. Mudah-mudahan di Rumah Kreatif Bapas ini dapat menjadi alternatif pidana terhadap anak,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut juga ada testimoni dari orangtua warga binaan Bapas Kelas I Yogyakarta, yakni Udin. Anaknya pernah menjadi binaan Bapas Kelas I Yogyakarta karena tersandung masalah kenakalan remaja.

“Anak saya lalu mendapat sanksi dan mendapatkan pembinaan dan pelatihan. Setelah mengikuti pelatihan budidaya lele selama 40 hari, anak saya mendapat hasil dalam bentuk rekening. Selain itu, setelah mengikuti terapi doa, juga menjadi lebih baik dan rajin beribadah,” katanya. (DDC-Igan, KRJogja)

Tinggalkan Balasan