Semboyan Desa Terkaya di Dunia, “Kebahagiaan Dinikmati Warga Desa, Kesulitan Dipikul Pejabat”

0
196
views

Daulatdesa.com, China – Pada tahun 1961, desa bernama Huaxi ini adalah desa termiskin di dunia yang berpenduduk sebanyak 1520 orang, dan dengan kondisi ekonomi terbelakang. Huaxi merupakan gabungan dari 16 desa miskin lainnya yang berada disekitarnya. Kini, luas desa tersebut mencapai 30 km dengan penduduk lebih dari 30.000 orang.

Namun desa yang sekarang menjadi kaya ini bukan bangkit hanya karena kemampuan warganya mengolah apa yang ada, namun juga berkat kehebatan pemimpin desa tersebut dalam menata warganya. Seorang pria bernama Wu Renbao, pemimpin Desa Huaxi, berhasil membawa Desa Huaxi menjadi desa terkaya di dunia.

Luar biasanya, setiap keluarga di desa ini memiliki rumah villa dengan luas 400-600 m, lengkap dengan mobil sedan, bahkan banyak keluarga di desa ini yang memiliki 3 mobil. Huaxi juga sudah mengekspor hasil produksinya ke Amerika Serikat, Kanada, Eropa, Australia, juga beberapa negara di Asia Tenggara.

Rumah warga desa Huaxi semodel dan tertata rapi bak villa modern

Kekayaan Desa Huaxi didapatkan dari kerja keras seluruh lapisan masyarakatnya, dan juga kepemimpinan hebat Wu Renbao. Seluruh penduduk Desa Huaxi dengan serta merta bersedia diajak bersama-sama untuk maju dan bekerja keras.

Dengan semboyan “Kebahagiaan Dinikmati Warga Desa, Kesulitan Dipikul Pejabat”, seluruh warga di desa ini bahu membahu, bekerja keras agar desanya maju, berkembang, dan sejahtera. Dengan semboyan yang melekat di seluruh penduduknya tersebut, desa ini kemudian menjelma menjadi desa terkaya di dunia, yang tak satupun penduduknya miskin.

Survei pada tahun 2009 mengungkap, setiap keluarga di desa ini memiliki sedikitnya satu rumah dan mobil. Sedangkan aset yang dimiliki setiap keluarga bisa mencapai US$ 150 ribu atau setara Rp 1,9 miliar (kurs 1 US$ = Rp 13.333).

Dilansir dari laman Business Insider, Desa Huaxi pertama kali didirikan di 1960-an oleh Wu Renbao, Mantan Sekretaris Komite Partai Komunis Desa Huaxi. Awalnya, desa ini hanya sebuah desa miskin yang warganya hanya bekerja sebagai petani biasa, dan hidupnya sangat memprihatinkan. Namun, keadaan miris ini akhirnya berubah seratus delapan puluh derajat.

Industri dan tekstil jadi titik balik kebangkitan desa ini. Dua sektor ini dibangun sangat serius oleh Wu Renbao. Pelan tapi pasti kedua sektor tersebut mulai mengubah nasib desa miskin ini menjadi sangat makmur.

sebuah gedung pencakar langit dibangunn sebagai peringatan 50 tahun desa Huaxi.

Di tahun 2011, desa ini merayakan hari jadi yang ke-50 dengan membangun sebuah gedung pencakar langit setinggi 328 meter. Meski punya banyak uang dan terbilang bebas, judi dan narkoba dilarang di desa ini.

Penduduknya bekerja tujuh hari dalam sepekan. Para penduduk Huaxi yang terbiasa dikelilingi fasilitas mewah ini lalu sepakat untuk membangun tempat tinggal yang hampir serupa.

Di Huaxi, bangunan-bangunan bak villa mewah dengan bentuk dan penampilan identik berjajar rapi dari utara ke selatan, dari barat ke timur. Pembangunan yang sangat rapi ini memang semakin membuat Huaxi sebagai desa percontohan yang benar-benar menampilkan kerja keras, disiplin, ketekunan dan kesuksesan orang-orang China.

Namun tinggal di Huaxi membuat penduduknya harus rela membayar pajak setinggi langit. Menurut kantor berita Jepang, Naver Matome, 80 persen dari pendapatan tahunan penduduk Huaxi dipotong oleh pajak. Tetapi semua itu sebanding dengan apa yang mereka raih.

Desa Huaxi dikunjungi 5000-an wisatawan setiap harinya

Walau dipatok pajak begitu tinggi, penduduk Huaxi akan mendapatkan villa, mobil baru serta penggunaan gratis fasilitas di Huaxi. Bahkan, para orang tua (lansia) juga tak perlu takut hidup dalam kesedihan di Huaxi. Karena wanita di atas usia 50 tahun dan pria di atas 55 tahun menerima uang pensiun bulanan, termasuk bahan makanan.

Dengan fasilitas yang begitu berkelas dan mewah, tak heran Huaxi menjadi sebuah desa wisata modern. Kebanyakan para wisatawan memang penasaran dengan apa yang ada di sana. Tercatat hampir 5.000 wisatawan lokal dan luar negeri berkunjung ke Huaxi setiap harinya. (DDC-Igan)

Tinggalkan Balasan