Balitbangtan Bina Warga Kampung Adat Cireundeu, Kampung Singkong di Kota Cimahi

0
312
views
Warga Kampung Adat Cireundeu, kampung singkong sedang mengolah singkong sebagai makanan utamanya.

Daulatdesa.com, Jabar – Sudah sejak lama Kampung Adat Cireundeu, Kota Cimahi dikenal sebagai “Kampung Singkong”. Masyarakat yang tinggal di daerah tersebut menjadikan singkong sebagai makanan pokok sehari-hari.

Jika warga desa lain mengeluh saat melonjaknya harga beras, warga di Kampung Adat Cireundeu, Kota Cimahi ini tak terpengaruh harga beras. Harga beras mahal atau murah, tak masalah bagi mereka. Karena warga kampung di kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi ini mengkonsumsi ingkong sejak dahulu sebagai makanan pokoknya.

Kampung yang dikelilingi oleh sekitar 20 hektar kebun singkong ini mengolah singkong menjadi nasi atau biasa disebut rasi (Beras Singkong). Rasi dimakan bersama lauk pauk dan sayur layaknya makan nasi beras biasa.

Hal ini juga yang melatarbelakangi Balitbangtan untuk membangun kawasan Model Diversifikasi Pangan di Kampung Adat Cireundeu, Kelurahan Leuwigajah, Kota Cimahi, Jawa Barat.

Konsep pengembangan model berbasis kawasan dengan komoditas utama yang diolah berupa ubi kayu merupakan sebuah peluang untuk lebih dikembangkan dari aspek ketersediaan bahan baku, kualitas produk olahan, pemasaran dan pola konsumsi yang terintegrasi dengan baik di masyarakat.

Balitbangtan membina warga Cireundeu melalui bimbingan teknis budi daya dan pengolahan pasca panen ubi kayu. Dalam rangka menjamin ketersediaan bahan baku, Dr Kartika Noerwijati, peneliti Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi) memandu demplot budidaya ubi kayu.

Masyarakat Cireundeu diajarkan sistem tanam tumpang sari ubi kayu dan kacang tanah, tidak hanya memberikan manfaat dari aspek ekonomi, tapi juga untuk meningkatkan nilai gizi protein dan lemak dari aneka produk olahan ubi kayu yang dihasilkan.

Sedangkan untuk memperbaiki kualitas produk olahan ubikayu, peneliti BB Pascapanen Dr Heny Herawati mengajarkan warga Cireundeu cara mengolah ubi kayu menjadi tepung, cara membuat mi dan pasta dari ubi kayu, dan juga mengajarkan warga cara mengolah rasi baru.

Pembangunan Kawasan Diversifikasi Pangan di Kota Cimahi ini dapat terealisasi dengan baik karena adanya dukungan dari Pemerintah Kota Cimahi.

“Kolaborasi yang baik antara Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Cimahi dengan Balitbangtan membuat kawasan diversifikasi pangan berbasis ubi kayu di Kota Cimahi ini dapat terealisasi, dan hasilnya cukup baik,” ujar Heny.

Penulis, Heny Herawati/Balitbangtan

Tinggalkan Balasan