Revitalisasi Lapangan Banteng, Ahok Akan Dikenang Karena Karya Nyatanya Ini

0
194
views
Ahok akan dikenang karena karya nyatanya merevitalisasi lapangan banteng.

Daulatdesa.com, Jakarta – Setelah dikerjakan lebih dari setahun yang lalu, revitalisasi Lapangan Banteng yang digagas Ahok akhirnya selesai. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pun meresmikan ikon baru Jakarta tersebut pada Rabu (25/7/2018) malam.

Malam itu, Anies mengapresiasi semua pihak yang terlibat dalam revitalisasi ini.

“Alhamdulillah malam hari ini kita menyaksikan salah satu monumen penting di Indonesia telah berhasil di tata ulang. Saya harap tempat ini bukan sekadar sebagai bangunan yang indah dipandang, enak dinikmati, tapi jadi ruang bagi interaksi warga Ibu Kota,” ujar Anies.

Dia berharap, Lapangan Banteng bisa menjadi tempat interaksi dan ekspresi masyarakat. Anies juga mengatakan, warga Jakarta membutuhkan ruang interaksi semacam ini lebih banyak lagi. Selain itu, Anies berkomitmen untuk merawat Lapangan Banteng.

“Perawatannya jadi tanggung jawab Pemda dalam hal ini Dinas Kehutanan,” kata Anies.

Revitalisasi Lapangan Banteng akan dibiayai menggunakan dana corporate social responsibility (CSR) dan kompensasi koefisien lantai bangunan (KLB). Untuk pembangunan lapangan, Pemprov DKI menerima CSR dari PT Rekso Nasional Food, dan pembangunan pagarnya akan dilakukan dengan KLB.

Lapangan Banteng digagas di era Ahok, dan kemarin peresmiannya dihadiri warga dari berbagai kalangan. Bahkan pendukung mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok juga ikut dalam peresmian itu.

Dengan berkostum kotak-kotak mereka menyerukan nama Ahok dalam acara itu. Mereka juga membentangkan spanduk bertuliskan “Terima Kasih Basuki-Djarot atas karyamu.”

Revitalisasi Lapangan Banteng itu dimulai sejak Maret 2017. Peresmian dimulainya proyek revitalisasi itu dilakukan oleh Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Sumarsono yang saat itu menjabat Pelaksana tugas Gubernur DKI Jakarta. Kala itu, Sumarsono menyebutnya sebagai amanat dari Ahok.

“Setelah berkomunikasi dengan Pak Basuki Tjahaja Purnama, gubernur definitif, revitalisasi ini merupakan satu dari sembilan pekerjaan rumah yang dititipkan kepada saya untuk segera diselesaikan,” ujar Sumarsono.

Ahok memang yang menggagas revitalisasi ini sejak tahun 2016. Tujuan awalnya ia ingin Lapangan Banteng memiliki lapangan bola berstandar internasional. Tak hanya lapangannya, Patung Pembebasan Irian Barat juga akan dipugar dan akan dibangun danau kecil yang mengelilingi patung tersebut.

“Kami lagi kerjain lapangan bola itu, ber-standar internasional. Dengan rumput sintetis dan lengkap dengan saluran air pembuangannya. Jadi lapangan bisa dibersihkan dan ada pembuangannya, biar enggak bau karena kutu,” kata Ahok.

Sementara itu HAP Architects yang bertugas merancang revitalisasi Lapangan Banteng berharap, agar revitalisasi itu dapat menghilangkan citra negatif yang sempat melekat pada Lapangan Banteng.

“Kita tahu lah, dulu kawasan ini punya citra yang kurang baik, suka dipakai nongkrong dan kegiatan negatif lainnya. Kita harap, dengan pemugaran ini bisa menghilangkan kesan negatif itu dari sini,” ucap Yori Yori Antar dari HAP Architects, Rabu (12/7/2018).

Menurutnya, selain punya nilai sejarah, Lapangan Banteng juga punya nilai strategis. Setelah direvitalisasi, potensi komersilnya diperkirakan bakal tinggi. Yori mengatakan, dengan wahana yang kini tersedia, semua kegiatan yang bersifat komersial bisa digelar di Lapangan Banteng.

“Hampir semua acara bisa dilakukan. Mulai untuk upacara, musik, sampai fashion show juga bisa, tinggal bagaimana nanti kepengurusannya saja. Kalau dari saya, saat ini potensi komerisal Lapangan Banteng cukup tinggi,” ujar Yori.

Ahok, tentu akan dikenang karena karya nyatanya ini. (DDC-Igan)

Tinggalkan Balasan