Anak Tukang Becak Ini Lulus ITB Cum Laude

0
155
views
Anak tukang becak lulus ITB cum laude.

Daulatdesa.com, Bandung – Keterbatasan ekonomi yang ada tidak membuat Herayati menyerah menggapai mimpinya untuk berkuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB). Herayati lulus sarjana dari Program Studi Kimia FMIPA ITB dan memperoleh predikat cum laude dengan IPK 3,77.

Saat ini, ia tengah menjalani program fast track ITB. Program ini merupakan lanjutan S-1 ke S-2 yang dapat diselesaikan dalam waktu lima tahun. Ayahnya bekerja sebagai tukang becak, sedangkan ibunya seorang ibu rumah tangga. Penghasilan orangtua Herayati tidak menentu setiap harinya.

Cita-cita Sejak SMP

Hera mempunyai keinginan masuk ITB sejak ia masih di pendidikan sekolah menengah pertama (SMP). Awalnya, ia mengikuti jalur seleksi SNMPTN, tapi gagal. Langkahnya tidak berhenti, ia kembali mencoba jalur seleksi SBMPTN dan diterima. Ia masuk ITB pada tahun ajaran 2014.

“Saya memang sudah punya keinginan masuk ITB sejak kelas 9 MTS, di MTs Negeri Pulomerak waktu itu saya sekolah,” kata Hera.

“Waktu itu guru saya menceritakan ada alumni MTs yang kuliah di ITB dengan beasiswa. Saya ingin kuliah yang ada beasiswanya, jadi waktu itu saya tahu-nya cuma di ITB, maka saya ingin kuliah di ITB gitu,” tambahnya.

Bungsu dari 4 bersaudara ini lalu mulai belajar untuk mempersiapkan tes masuk ITB sejak duduk di bangku SMA. Hera belajar secara mandiri, hingga pada akhirnya mendapat beasiswa di salah satu lembaga bimbel karena prestasinya.

“Waktu masuk MAN, saya mulai merintis perjuangan, mulai belajar buat tes masuk ITB. Kelas 10 dan 11 saya belajar otodidak, sendiri, ya paling di sekolah dibimbing sama guru saja, tapi kalau di rumah saya sendiri, ga ikut bimbel,” ujarnya.

Menginjak kelas 12, ia mengikuti try out yang diadakan Debus ITB yang merupakan Unit Kebudayaan Banten di ITB.

“Alhamdulillah, waktu itu nilai saya tertinggi keempat dari seluruh peserta tes yang ikutan,” tuturnya.

“Nah, jadi untuk yang peringkat 1 sampai 5 itu kami diberikan beasiswa bimbel di salah satu lembaga bimbel, dari beasiswa itulah saya ikut bimbel. Soalnya kalau biaya sendiri saya ga punya sih,” Hera menambahkan.

Dengan keterbatasan ekonomi yang ada, orangtua Hera mendukung langkahnya ketika ia memilih jalan hidup untuk kuliah di ITB.

“Dari kelas 9 itu saya bilang ke orangtua ingin kuliah di ITB. Alhamdulillah, saya punya orangtua yang mendukung banget. Jadi walaupun saya melihat kekhawatiran soal biaya bagi mereka, tapi mereka ga pernah bilang jangan. Jadi selalu mendukung apa yang saya mau ambil keputusannya,” ujarnya

Perempuan kelahiran Cilegon, Banten, ini menempuh pendidikan sarjana di ITB dengan beasiswa Bidik Misi. Prestasi Herayati tak berhenti sampai di situ. Ia pernah menjadi delegasi Indonesia dalam acara Asia Pasific Future Leader Conference pada 2017 di Kuala Lumpur, Malaysia.

Kedua orangtuanya menjadi motivasi terbesar Herayati untuk terus berprestasi.

“Motivasi berprestasi di ITB orangtua. Karena kan saya kuliah jauh, jadi ya sudah seharusnya saya melakukan yang terbaik di sana,” ungkapnya.

Hera memberikan pesan untuk tidak takut bermimpi.

“Tetap semangat belajarnya, Jangan takut bermimpi, selalu berani menggapai mimpi, tetap sabar dalam menjalani prosesnya karena semua akan indah pada waktunya,” begitu pesannya. (DDC-Igan, Kompas)

Tinggalkan Balasan