Kunjungan Kerja Bibit Samat Rianto di Bondowoso Dalam Program Pengentasan Kemiskinan

0
205
views
Bibit Samad Rianto, Ketum GMPK kunker ke Bondowoso

Daulatdesa.com, Jatim – Kunjungan kerja Bibit Samad Rianto, mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yang saat ini sebagai Ketua Umum Ormas GMPK (Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi), pada hari rabu (18/07/18) dalam program pengentasan kemiskinan. Ia tiba pukul 12:00 Wib dan langsung mengunjungi Dinas Pertanian dan peternakan Bondowoso.

Dalam kunjungan tersebut Bibit menyampaikan bahwa GMPK diminta membantu Dirjen Peternakan pada tahun ini memberikan bantuan pada Rumah tangga miskin dan akan mengeluarkan sekitar 10jt ayam untuk seluruh indonesia.

Ia bertujuan melihat atau memantau kelayakan dari Rumah tangga miskin di Bondowoso sekaligus mengawal program itu dan berkoordinasi dengan dinas pertanian dan peternakan.

Dalam program itu disebutkan 1 KK (kartu keluarga) menerima sebanyak 50 ekor ayam, keluarga dimaksud adalah keluarga miskin di Bondowoso, Data diambil dari Dinas Sosial, namun ia juga tak ingin jika target dari program tersebut salah sasaran.

“Jangan sampai diberikan kepada masyarakat yang tidak bisa memelihara ayam, yang akan mengakibatkan ayam tersebut tidak dipelihara melainkan akan di jual dan tidak terurus sebagaimana mestinya,” kata Bibit.

Program tersebut tidak hanya di kabupaten Bondowoso, tetapi di daerah lainnya seperti juga yang akan dikunjunginya besok, seperti Jember dan Lumajang.

Saat awak media deteksi.id menanyakan tentang Saber Pungli Bibit Samat menyampaikan bahwa kunjungannya adalah sebagai survei langsung agar pengentasan kemiskinan di Bondowoso melalui program tersebut bisa berjalan sesuai harapan.

”Hal itu lain program, untuk Saber Pungli memantau silahkan” bahkan ia mengatakan bahwa semua masyarakat punya hak untuk memantau segala program yang dikucurkan oleh pemerintah, bukan hanya melihat tetapi dipratekkan dengan pengawasan yang sudah semestinya sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan-undangan kita. Jangan hanya terpaku mencari yang salah, jika sistemnya salah siapapun di situ akan salah, kenapa? Tepat gak yang menerima bantuan, karena tujuannya untuk meningkatkan kesejahterakan masyarakat, jika yang dibantu tetap miskin berarti ada yang salah, atau yang dibantu tidak ada semangat dan kemauan diri untuk memperbaiki keadaannya.“ terang Bibit Samat Rianto.

“ada 5 potensi masalah, satu adalah sistem, kedua moral, ketiga penghasilan kecil, keempat kewenangan besar dan kebutuhan besar jadi potensi korupsi besar, yang kelima ketaatan pada peraturan rendah,” jelasnya.

Sementara itu Muhammad Rosidi, ketua GMPK Bondowoso mengungkapkan rasa syukurnya karena Bondowoso jadi salah satu daerah yang masuk dalam program tersebut, dan berharap agar semuanya berjalan sesuai harapan dan tepat sasaran.

”Alhamdulillah, kita merasa bersyukur karena Kabupaten Bondowoso khususnya diberi program tersebut yang berupa ayam dan kambing, semoga program tersebut tepat sasaran karena sebelumnya banyak isu di publik yang menganggap salah sasaran seperti beras. Andai data Dinsos perlu perbaikan terkait dengan warga miskin selaku penerima bantuan tersebut, maka harus segera diperbaiki dan kami selaku GMPK Bondowoso siap mendukung program ini serta mengawasi proses dari program tersebut agar sesuai dengan instruksi ketua umum GMPK, Pak Bibit Samat kepada kami yang kebetulan hari ini berkunjung di Bondowoso,” terang M Rosidi.

Sedangkan Kadis Pertanian dan Peternakan Bondowoso, H.Munandar menjelaskan terkait kunjungan ketua umum GMPK tersebut.

”Kunjungan ini sebagai survei lapangan tentang Rumah Tangga Miskin, dan sekarang kita akan menuju ke Dawuhan,” katanya. (DDC-Igan.Deteksi)

Tinggalkan Balasan