KPK Ciduk Politikus Partai Golkar, Eni Maulani Saragih dan Suaminya M. Al-Khadziq Bupati Terpilih Temanggung

0
785
views
Eni Maulani S dan suaminya M. Al Khadziq saat kampanye Pilbup Temanggung 2018 lalu.

Daulatdesa.com, Jakarta – Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Eni Maulani Saragih (EMS) yang merupakan politikus dari Partai Golkar telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada Jumat (13/7/2018).

Eni diduga menerima aliran dana senilai Rp 500 juta terkait proyek pembangunan PLTU Riau 1 dari Johannes Budisutrisno Kotjo (JBK) sebagai pemegang saham perusahaan Blackgold Natural Resources Limited yang juga ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan menerangkan, penyidik KPK mengamankan 13 orang dalam kasus ini. Satu di antaranya Eni Maulani Saragih yang menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi Energi Dewan Perwakilan Rakyat. Eni diduga menerima suap dari Johannes Budisutrisno Kotjo, pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited.

Basaria mengatakan, uang dugaan suap yang diamankan sebagai barang bukti dalam kasus ini, senilai Rp 500 juta, itu merupakan pemberian keempat dari Johannes kepada Eni.

“Diduga penerimaan kali ini, merupakan penerimaan ke-4 dari pengusaha JBK kepada EMS dengan nilai total setidaknya Rp 4,8 miliar,” ujar Basaria di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (14/7/2018).

Pemberian pertama pada Desember 2017 senilai Rp 2 miliar. Kedua, Maret 2018 senilai Rp 2 miliar. Ketiga, pada 8 Juni 2018 Rp 300 juta, dan terakhir pada Jumat 13 Juli 2018 senilai Rp 500 juta.

Suap sebagai bagian dari komitmen fee 2,5 persen dari nilai proyek terkait kesekapatan kontrak. Suap itu diduga untuk memuluskan kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap Riau-1.

KPK mengamankan 13 orang dalam kasus ini, yakniy Eni, Johannes, Tahta Maharya staf dan keponakan Eni, Audrey Ratna Justianty sekretaris Johannes, M. Al-Khadziq suami Eni, dan delapan orang lainnya yaitu supir, ajudan, staf Eni, dan pegawai PT Samantaka.

Eni ditangkap tangan oleh KPK di rumah dinas Menteri Sosial Idrus Marham. Sementara Johannes ditangkap di ruang kerjanya di Graha BIP, Jakarta Selatan. Sedangkan suaminya, M. Al-Khadziq diciduk KPK bersama dua orang staf Eni di kediaman Politikus Golkar itu di Larangan, Banten, Sabtu (14/7/2018) sekitar pukul 01.00 WIB dini hari.

Pasangan calon (paslon) Muhammad Al Khadziq dan Heri Ibnu Wibowo diusung Partai Gerindra, PPP, Partai Golkar, dan PAN. Paslon ini mengantongi terbanyak yakni 258.734 suara. Mantan wartawan Yogya Pos ini mengungguli dua paslon lainnya, yakni paslon nomor urut 1 petahana bupati Bambang Sukarno-Matoha (PDI-P, PKB) yang mendapat 156.576 suara.

Saat Pilbup Temanggung lalu sempat mencuat praktek politik uang yang diarahkan pada pasangan suami Eni Maulani Saragih, yaitu pasangan Muhammad Al Khadziq dan Heri Ibnu Wibowo. Sekitar 14 kasus dugaan politik uang yang terjadi di beberapa kecamatan, namun menurut Bawaslu Temanggung unsur pelanggarannya tidak memenuhi 50 persen dari total kecamatan yang ada.

“MAK (M. Al-Khadziq) suami EMS (Eni) dan dua staf EMS, ketiganya diamankan di rumah EMS di daerah Larangan, Tangerang,” ujar Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan saat konferensi pers, di Gedung KPK, Sabtu (14/7/2018).

Penangkapan terhadap Al-Khadziq untuk mendalami dugaan suap yang diterima Eni dari salah satu pemegang saham Blackgold Natural Recourses Limited Johannes B Kotjo. Eni Maulani Saragih diduga menerima total Rp 4,8 miliar terkait kontrak kerjasama pembangunan PLTU Riau-1 di Riau.

Basaria mengatakan, pihaknya akan mendalami dugaan uang suap itu diperuntukan membiayai Al-Khadziq dalam pemilihan bupati (Pilbup) Temanggung 2018. Dalam Pilbup itu, Al-Khadziq terpilih bersama pasangannya Heri Ibnu Wibowo.

“Ini belum sampai ke sana, kami fokus untuk kasus pemberian suap kemaren,” kata Basaria.

Pasangan Eni dan Khadziq dikarunia dua anak. Berdasar Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada 29 Desember 2014, kekayaan Eni sebesar Rp 7.217.632.000 dan 20 ribu dolar AS atau total sekitar Rp 7,5 miliar. (DDC-Igan)

Tinggalkan Balasan